Geopark Ciletuh Diuji Revalidasi, Ini Fokus Pembangunan yang Dilakukan Sukabumi

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mematangkan strategi pengembangan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) guna memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh UNESCO. Revalidasi yang sedang berlangsung tahun ini menjadi momen penting untuk menilai efektivitas langkah-langkah penguatan kawasan yang telah dijalankan sejak penetapan CPUGGp sebagai anggota UGGp pada 17 April 2018.

Salah satu isu strategis yang menjadi sorotan dalam revalidasi ini adalah tindak lanjut atas 18 rekomendasi yang sebelumnya diberikan oleh evaluator UNESCO. Melalui serangkaian upaya lintas sektor, jumlah rekomendasi tersebut berhasil ditekan hingga hanya tersisa tiga. Hal ini menunjukkan adanya progres signifikan dalam perbaikan tata kelola geopark, pelestarian lingkungan, serta peningkatan peran masyarakat lokal.

Evaluator asal Tiongkok, Zhang Chenggong, menilai upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai langkah besar dalam peningkatan mutu geopark. Menurutnya, tujuan utama evaluasi bukanlah memberikan penilaian semata, melainkan mendampingi proses penguatan dan peningkatan kualitas geopark agar terus berkembang.

“Tidak ada geopark yang sempurna. Kehadiran kami bukan untuk menilai baik atau buruk, melainkan untuk membantu agar kawasan geopark ini menjadi lebih baik,” ujarnya di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Senin (30/6/25).

Hal senada juga disampaikan evaluator dari Slovenia, Bojan Rezun. Dirinya menyoroti pentingnya pengelolaan kawasan berbasis kolaborasi, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan geologi, pembangunan ekonomi, dan penguatan identitas budaya.

Dalam konteks pengelolaan CPUGGp, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam fokus pembangunan kawasan selatan Sukabumi yang meliputi infrastruktur pendukung, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pengembangan kawasan ini juga selaras dengan misi pertama daerah, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan melalui pengembangan agroindustri dan pariwisata. Pendekatan yang digunakan berbasis kolaborasi pentahelix, melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Kolaborasi tersebut menjadi kunci strategis dalam menyelesaikan tiga rekomendasi terakhir dari UNESCO, yang antara lain mencakup aspek tata kelola, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan interpretasi warisan geologi.

Melalui revalidasi ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap CPUGGp dapat kembali memperoleh status “green card” sebagai simbol pengakuan atas kualitas dan kelayakan kawasan geopark berskala global. Lebih dari itu, revalidasi menjadi pengingat pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam demi generasi mendatang.

Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru