Sukabuminow.com || Persoalan lanjut usia (lansia) tidak lagi cukup dipandang sebagai urusan kesehatan. Ketika jumlah penduduk lansia terus menjadi bagian penting dalam struktur demografi, keluarga dituntut semakin siap menghadapi perubahan kebutuhan sosial, psikologis, dan ekonomi yang menyertainya.
Tantangan tersebut menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi. Melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), penguatan peran keluarga menjadi salah satu strategi untuk memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Upaya itu diwujudkan melalui sosialisasi Program Bangga Kencana bagi anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kecamatan Cimanggu, Selasa (21/7/26). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 35 kader BKL yang diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKB Kabupaten Sukabumi, Tineu Agustine, mengatakan keluarga memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas hidup lansia.
Menurutnya, perhatian dan pendampingan keluarga tidak hanya dibutuhkan ketika lansia mengalami persoalan kesehatan. Dukungan emosional, interaksi sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga kesempatan untuk tetap beraktivitas juga menjadi bagian penting dalam menciptakan masa tua yang berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader BKL dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga yang memiliki lansia, sehingga mereka dapat menjalani masa tua dengan sehat, bahagia, dan tetap produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Keluarga Sejahtera Neng Eka Lestari, menjelaskan Bina Keluarga Lansia merupakan wadah yang dibentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mendampingi anggota keluarga lanjut usia.
“Pendekatan mencakup berbagai aspek kehidupan lansia, mulai dari kesehatan, sosial, hingga psikologis. Pendampingan terhadap lansia tidak berhenti pada upaya merawat ketika sakit, tetapi juga diarahkan untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Dalam konteks ini, keberadaan kader BKL memiliki arti strategis. Mereka berada lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi sekaligus mendorong keluarga agar lebih peka terhadap kebutuhan lansia.
“Peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran dan fungsi BKL, pentingnya ketahanan keluarga, pola pengasuhan lansia yang tepat, serta berbagai program yang dapat mendukung kesejahteraan lansia di tingkat masyarakat,” jelas Eka.
Penguatan kapasitas kader tersebut menjadi penting karena tantangan keluarga dalam mendampingi lansia semakin kompleks. Perubahan pola kehidupan, kesibukan anggota keluarga usia produktif, hingga kebutuhan pendampingan yang semakin beragam menuntut adanya sistem dukungan yang lebih kuat di tingkat keluarga dan komunitas.
Persoalan lansia pada akhirnya tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada keluarga. Dukungan masyarakat dan pemerintah juga dibutuhkan agar keluarga memiliki pengetahuan serta akses terhadap layanan yang diperlukan.
“Di sinilah Program Bangga Kencana memiliki ruang strategis. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengendalian penduduk dan keluarga berencana, tetapi juga mencakup pembangunan keluarga dalam berbagai tahapan kehidupan,” sambung Tineu.
Penguatan BKL di Kabupaten Sukabumi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kesadaran bahwa lansia merupakan bagian penting dari keluarga yang perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.
“Lansia juga memiliki potensi untuk tetap berkontribusi di lingkungan sosialnya. Pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan yang dimiliki dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya apabila mereka tetap diberikan ruang untuk beraktivitas secara sehat dan produktif,” kata Tineu.
Karena itu, konsep lansia berkualitas tidak semata-mata diukur dari aspek kesehatan. Kemandirian, keterlibatan sosial, kesehatan mental, hubungan antargenerasi, serta rasa dihargai dalam keluarga juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Sosialisasi di Kecamatan Cimanggu menjadi bagian dari upaya DPPKB Kabupaten Sukabumi memperkuat fondasi keluarga dalam menghadapi perubahan demografi dan meningkatnya kebutuhan pendampingan terhadap lansia.
“Para kader BKL diharapkan tidak hanya memahami materi sosialisasi, tetapi juga mampu meneruskannya kepada keluarga di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, informasi mengenai pola pendampingan lansia dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” harapnya.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa kualitas hidup lansia dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga menjadi tempat pertama bagi lansia untuk mendapatkan perhatian, rasa aman, dukungan emosional, dan penghargaan.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
