Kohkol Keprak, Seni Khas Sukabumi yang Menyatukan Bunyi, Gerak, dan Identitas Budaya

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki kekayaan seni tradisi yang terus dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Salah satunya Kohkol Keprak, karya seni yang memadukan bunyi kohkol, gerak tari, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat.

Kesenian tersebut kembali mendapat ruang dalam Sekar Budaya 2026, 10 September mendatang. Sebanyak 150 penari dari puluhan sanggar dan pelaku seni yang berasal dari 40 kecamatan terlibat dalam semangat bersama untuk menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan Sukabumi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi melalui Kepala Bidang Kebudayaan Edeng Sofyan, mengatakan Kohkol Keprak memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu kesenian yang merepresentasikan identitas budaya daerah.

“Kohkol Keprak bukan hanya sebuah pertunjukan tari. Di dalamnya ada bunyi, gerak, kreativitas, dan kebersamaan. Semua itu menjadi bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Pap Deng -sapaan karib Edeng Sofyan-, Sabtu (5/9/26).

Menurutnya, keterlibatan ratusan penari dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa kesenian daerah dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku seni sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal.

Kohkol Keprak juga tidak berhenti pada aspek pertunjukan. Seni tersebut membawa pesan tentang pentingnya pewarisan budaya kepada generasi berikutnya. Karena itu, keberlanjutannya membutuhkan keterlibatan pelaku seni, sanggar, komunitas, dan generasi muda.

“Harapannya, Kohkol Keprak bisa terus tumbuh, dikenal lebih luas, dan menjadi salah satu kesenian khas Kabupaten Sukabumi. Yang paling penting adalah bagaimana seni ini dapat diwariskan dan terus berkembang dari generasi ke generasi,” katanya.

Pap Deng menilai semangat pelestarian tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Sukabumi melalui MUBARAKAH, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.

Melalui Sekar Budaya 2026, Kohkol Keprak diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari agenda seni daerah, tetapi juga memiliki ruang untuk dikenal di tingkat yang lebih luas.

“Kita ingin kesenian Sukabumi memiliki identitas yang kuat. Kohkol Keprak adalah salah satu karya yang bisa dikembangkan dari Sukabumi untuk Indonesia,” tutur Pap Deng.

Dengan kekuatan bunyi dan gerak serta keterlibatan pelaku seni dari berbagai kecamatan, Kohkol Keprak menjadi gambaran bahwa kebudayaan daerah dapat tumbuh ketika dirawat secara bersama-sama.

Kohkol Keprak bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah ekspresi kreativitas, kebersamaan, dan identitas Sukabumi yang terus dihidupkan.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru