Kolaborasi DLH dan Pengusaha Batu Hijau, Langkah Strategis Jaga Lingkungan Sukabumi
Sukabuminow.com || Upaya penguatan tata kelola lingkungan hidup di daerah terus menjadi isu strategis dalam agenda pembangunan nasional. Sejalan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan kinerja aktif melalui sosialisasi dan kolaborasi pengelolaan lingkungan bersama para pelaku usaha, khususnya pengusaha batu hijau di wilayah Kecamatan Cikembar dan sekitarnya.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di kawasan Jalan Lingkar Selatan belum lama ini tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan sektor industri lokal dalam membahas isu krusial seperti pengelolaan limbah, pencegahan pencemaran, serta ketaatan terhadap regulasi lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
“Pengusaha batu hijau diharapkan semakin sadar akan pentingnya memiliki izin resmi serta mematuhi aturan perlindungan lingkungan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan alam,” ujar Nunung, Senin (16/2/26).
Lingkungan sebagai Isu Strategis Nasional
Dalam konteks nasional, isu lingkungan hidup tidak lagi dipandang sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Pemerintah pusat mendorong daerah agar lebih tegas dalam pengawasan industri, terutama sektor yang bersinggungan langsung dengan eksploitasi sumber daya alam.
DLH Kabupaten Sukabumi menempatkan pengawasan industri batu hijau sebagai salah satu prioritas karena sektor ini berpotensi menimbulkan dampak ekologis apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah produksi, debu, hingga perubahan tata ruang menjadi ancaman nyata bagi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“DLH terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menciptakan praktik bisnis yang ramah lingkungan,” lanjut Nunung.
Dari Sosialisasi Menuju Transformasi
Lebih dari sekadar forum sosialisasi, kegiatan tersebut dikemas sebagai kampanye lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha. Materi yang disampaikan mencakup teknis pengelolaan limbah, pengurangan polusi udara dan air, hingga kewajiban hukum yang harus dipenuhi industri.
Menurut Nunung, pendekatan persuasif ini terbukti efektif karena membantu pelaku usaha memahami bahwa ketaatan lingkungan bukan hambatan bisnis, melainkan investasi jangka panjang.
“Kegiatan ini membantu pengusaha memahami kewajiban mereka agar usahanya tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memenuhi standar hukum lingkungan,” tegasnya.
Menguatkan Peran Daerah dalam Agenda Nasional
Langkah DLH Kabupaten Sukabumi mencerminkan peran strategis pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam implementasi kebijakan lingkungan nasional. Dengan memperkuat fungsi pengawasan dan edukasi, DLH berupaya membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam, kinerja DLH Sukabumi ini menjadi contoh bahwa sinergi antara regulasi, edukasi, dan partisipasi publik dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga bumi, sekaligus memastikan roda ekonomi lokal tetap bergerak secara sehat dan berkelanjutan.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




