DLH Sukabumi Pastikan Patung Penyu Gadobangkong Tidak Hilang, Tapi…

Sukabuminow.com || Hilangnya patung penyu di Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengundang perhatian warga. Patung yang menjadi ikon alun-alun tersebut diketahui sudah tidak ada sejak Selasa (4/3/25) malam, memunculkan dugaan pencurian. Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, memastikan bahwa patung itu tidak hilang, melainkan sedang dalam proses perbaikan oleh pihak penyedia proyek.

Berita Terkait :

“Sedang diperbaiki oleh penyedia. Kemarin (Selasa, 4 Maret 2025) diambilnya,” ujar Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/25). Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai raibnya patung tersebut.

Sebelumnya, warga sekitar sempat dibuat bingung dengan hilangnya patung penyu tanpa adanya informasi yang jelas. Seorang warga, Supriadi, mengungkapkan bahwa patung tersebut masih terlihat beberapa hari lalu.

“Kemarin-kemarin masih ada, tapi sekarang udah nggak ada. Kami juga nggak tahu kapan tepatnya raib. Nggak ada yang lihat siapa yang mengambil,” ujarnya.

Hilangnya patung penyu ini menambah daftar kerusakan di Alun-Alun Gadobangkong yang baru berusia sekitar enam bulan. Selain patung, beberapa fasilitas lain juga mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi yang menerjang kawasan tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi tidak lepas dari faktor lingkungan dan perencanaan awal.

“Kita tidak tahu kedalaman laut saat pembangunan, kita hanya menjaga di Gadobangkong tersebut. Nilai Rp 15,6 Miliar itu bukan hanya untuk patung penyu, tapi untuk Gadobangkong secara keseluruhan,” kata Ade.

Ade menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengurus dan memantau kondisi alun-alun ke depannya.

“Kita belum masuk ke biaya pemeliharaan, tapi kita harus menjaga lokasi tersebut. Kita tugaskan Satpol PP dan DLH untuk mengurus ke depannya,” tegasnya.

Terkait keberadaan patung penyu, Ade mengaku baru mengetahui bahwa patung tersebut telah diambil untuk diperbaiki.

“Saya juga baru tahu kalau patungnya sedang diperbaiki. Untuk kajian teknisnya bukan kewenangan kita, tapi sudah diserahterimakan dari pemerintah provinsi ke kita, dan kita sudah terima,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini tengah melakukan pendataan dan menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk memperbaiki kerusakan yang ada di Alun-Alun Gadobangkong.

“Kita akan melakukan pendataan dan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Kita belum bisa memastikan kapan perbaikan akan dilakukan, tapi kita akan berusaha untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” tutupnya.

Ade juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah membangun Alun-Alun Gadobangkong, meskipun saat ini sedang menghadapi beberapa permasalahan terkait kondisi fasilitas di lokasi tersebut.

“Tanpa bantuan provinsi, kita tidak bisa membangun di sana. Tapi sekarang terjadi kerusakan, kita harus menangani itu,” pungkasnya.

Dengan adanya kepastian bahwa patung penyu sedang dalam tahap perbaikan, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terkait hilangnya ikon alun-alun tersebut. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi fasilitas agar tetap bisa dinikmati oleh masyarakat. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru