Masjid Siaga Bencana: Upaya BPBD Sukabumi Membangun Masyarakat Tangguh

Sukabuminow.com || Di tengah meningkatnya risiko bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan program Masjid Siaga Bencana. Inisiatif ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat edukasi, koordinasi, dan mitigasi bencana bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini mendorong peran aktif pengurus masjid dalam membangun kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana.

Program ini disosialisasikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukabumi, yang berlangsung pada 25 Februari 2025 lalu di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, BPBD memberikan edukasi kepada para pengurus masjid mengenai langkah-langkah mitigasi dan cara menghadapi situasi darurat secara efektif.

Masjid sebagai Pusat Informasi dan Koordinasi Bencana

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara, keterlibatan masjid dalam kesiapsiagaan bencana dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.

“Kami ingin masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah atau tempat pengungsian saat bencana, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pelatihan evakuasi, serta penyedia informasi dini bagi masyarakat,” ujar Agung pada Rabu (5/3/25).

Ia menambahkan bahwa peran masjid bisa diperluas menjadi titik koordinasi bantuan dan distribusi logistik, sehingga lebih efektif dalam memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.

Belajar dari Bencana di Akhir 2024

Agung mengingatkan bahwa pada akhir tahun 2024, Kabupaten Sukabumi mengalami serangkaian bencana yang berdampak luas hingga ke puluhan kecamatan. Saat itu, banyak masjid yang berfungsi sebagai tempat pengungsian sementara, namun minim fasilitas dan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat.

“Dari pengalaman tersebut, kami menyadari bahwa masjid memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. Namun, tanpa kesiapan yang memadai, perannya tidak bisa optimal,” jelasnya.

Langkah-Langkah Penguatan Masjid Siaga Bencana

Sebagai bagian dari program ini, BPBD telah merancang sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan berbasis masjid, antara lain:

  • Pelatihan mitigasi bencana bagi pengurus masjid – Meningkatkan pemahaman tentang langkah-langkah pencegahan dan evakuasi.
  • Pembentukan jaringan Masjid Siaga Bencana – Menghubungkan masjid-masjid di seluruh Kabupaten Sukabumi agar dapat saling berbagi informasi dan bantuan saat bencana terjadi.
  • Penyediaan alat pendukung kesiapsiagaan – Seperti peta jalur evakuasi, sistem peringatan dini, dan perlengkapan darurat.
  • Simulasi kebencanaan berkala – Agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai skenario bencana.

Mengubah Paradigma: Dari Reaktif ke Proaktif

Melalui program ini, BPBD berharap dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap bencana. Jika sebelumnya masyarakat cenderung hanya bereaksi setelah bencana terjadi, kini mereka diajak untuk lebih proaktif dalam kesiapsiagaan.

Dengan semakin banyaknya masjid yang dilibatkan dalam upaya mitigasi ini, BPBD optimistis bahwa risiko dan dampak bencana di Kabupaten Sukabumi dapat ditekan secara signifikan. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru