Sukabuminow.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan tidak bisa hanya mengandalkan kerja pemerintah semata. Pemberdayaan dan keterlibatan aktif masyarakat dinilai sebagai kunci utama keberhasilan strategi pelestarian lingkungan di wilayah ini.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang strategi berbasis partisipasi masyarakat untuk menekan laju degradasi lingkungan. Strategi ini mencakup edukasi publik tentang pentingnya perilaku ramah lingkungan, serta peningkatan kualitas udara dan air melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Lingkungan yang sehat hanya bisa terwujud jika masyarakat sadar dan aktif menjaganya. Edukasi soal membuang sampah pada tempatnya hingga mengurangi pencemaran adalah langkah mendasar,” katanya, Kamis (10/4/25).
Ia menyoroti kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, yang menjadi salah-satu penyebab utama rusaknya ekosistem air di Sukabumi. Kondisi sungai yang tercemar bukan hanya merusak alam, tapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
“Sungai kita sekarang sangat kotor. Sungai yang sehat itu saat musim hujan tidak banjir, dan saat kemarau tidak mengering. Tapi kenyataannya sekarang banyak sungai yang tidak memenuhi kriteria itu,” tegasnya.
Lebih jauh, Prasetyo mengungkapkan bahwa pencemaran sungai telah memicu peningkatan kasus gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Hal ini mempertegas perlunya kesadaran kolektif untuk melakukan perubahan nyata dari skala terkecil, yakni rumah tangga.
DLH Kabupaten Sukabumi akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas lingkungan, hingga pelaku usaha untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang layak huni bagi generasi mendatang.
“Sekecil apapun tindakan kita untuk menjaga lingkungan, akan sangat berarti bagi masa depan. Jangan tunggu rusak parah, mari mulai dari sekarang,” pungkasnya. (Andry Hidayat)
Redaktur : Andra Permana
