Dinas Peternakan Sukabumi Genjot Produktivitas Ternak Lewat Pemeriksaan Langsung
Sukabuminow.com || Komitmen dalam menjaga kesehatan hewan ternak terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui berbagai program nyata di lapangan. Salah satunya diwujudkan oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Surade yang menggelar pelayanan massal di Pangangonan Gempol, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Selasa (8/7/25) lalu.
Kegiatan ini meliputi vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD), pemberian vitamin dan obat cacing, pemeriksaan kebuntingan, hingga penanganan gangguan reproduksi. Layanan tersebut diberikan kepada puluhan ekor ternak milik masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular dan peningkatan produktivitas peternakan lokal.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh Asep Kurnadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ternak di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, khususnya Ciracap yang memiliki potensi besar di sektor peternakan.
“Pelayanan ini menjadi bentuk nyata kepedulian kami terhadap kesehatan hewan milik masyarakat. Kami ingin memastikan ternak mereka tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki produktivitas reproduksi yang optimal,” jelas Asep, Jumat (11/7/25).
Menurutnya, vaksinasi LSD menjadi langkah penting mengingat penyakit ini dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Sementara itu, pemberian vitamin dan obat cacing bertujuan menjaga kondisi fisik dan sistem imun ternak agar tetap prima, terutama saat cuaca tidak menentu dan pakan alami mulai berkurang.
Tidak hanya fokus pada pencegahan penyakit, tim Puskeswan juga melakukan pemeriksaan kebuntingan dan menindaklanjuti gangguan reproduksi yang kerap dialami ternak betina.
“Langkah ini penting untuk mendukung keberlanjutan populasi dan memastikan setiap ekor ternak betina memiliki siklus reproduksi yang sehat,” ujar dia.
Asep menambahkan, hasil pelayanan massal kali ini menunjukkan bahwa sebagian besar ternak berada dalam kondisi cukup baik. Beberapa kasus gangguan reproduksi ringan berhasil dideteksi dini dan langsung ditangani di lokasi oleh tim medis veteriner.
“Dengan deteksi dini, kami bisa segera menangani gangguan kesehatan yang muncul, sehingga mencegah risiko lebih lanjut. Ini tentu berdampak langsung terhadap keberhasilan reproduksi dan pendapatan peternak,” imbuhnya.
Ia berharap, melalui pendekatan layanan langsung ke lapangan seperti ini, kesadaran peternak dalam menjaga kesehatan hewan akan meningkat.
“Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus menjangkau wilayah-wilayah dengan konsentrasi peternakan tinggi guna memastikan kesehatan hewan tetap terjaga,” katanya.
Kegiatan tersebut , lanjut Asep, merupakan bagian dari strategi terpadu Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dan peningkatan populasi ternak yang sehat dan produktif.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




