AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Closed Loop Kelapa Genjah di Kabupaten Sukabumi, Tahap Awal di Ciracap

Reporter : Ade Firmansyah

Sukabuminow.com || Enam wilayah di Kabupaten Sukabumi akan dijadikan lokasi closed loop untuk tanaman perkebunan jenis kelapa genjah.

Hal itu telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian di Jakarta, Jumat (29/10/21) lalu.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, enam kecamatan tersebut di antaranya Ciracap, Tegalbuleud, Ciemas, Kalibunder, Surade, dan Cibitung.

“Closed loop kelapa genjah ini proyek percontohan di Jawa Barat. Tahap pertama itu 100 hektare di Kecamatan Ciracap. Selanjutnya ditanam di lima wilayah lainnya di lahan seluas 1.090 hektare,” terang Ajat di ruangannya, Senin (1/11/21).

Ia menjelaskan, 100 hektare lahan tersebut berada di tiga desa, yakni Cikangkung, Purwasedar, dan Mekarsari. Jumlah petani yang menjadi anggota mencapai 264 orang. Adapun hasil produksi yang diambil yakni gula.

“Bibit disediakan pihak Unilever. Mereka berencana membangun gudang untuk menampung gula dari kelapa genjah itu. Kemudian untuk permodalan akan didukung oleh tiga perbankan, yakni BRI, BNI, dan BJB,” bebernya.

“Ciracap dipilih karena di situ sudah ada pengusaha gula yang menjadi binaan Unilever. Jadi untuk closed loop ini, proses tanam hingga pasca produksi nanti sudah dijamin oleh Unilever,” imbuhnya.

Ajat menerangkan, kelapa genjah memiliki banyak keunggulan dibandingkan kelapa dalam. Di antaranya lebih cepat tumbuh dan bisa produksi dalam waktu 2,5 hingga 3 tahun. Serta umurnya bisa mencapai 25 tahun.

“Umur 25 tahun kelapa genjah itu tingginya hanya 5 hingga 6 meter saja. Sementara kelapa dalam butuh waktu hingga 4 tahun untuk tumbuh hingga produksi. Kemudian cenderung tinggi pohonnya,” ungkapnya.

Sementara itu terkait kelanjutan tanam kelapa genjah di lima wilayah lainnya, pihak Unilever dan Perumda Agro Kabupaten Sukabumi akan memperhatikan beberapa indikator.

“Indikatornya proses pertumbuhan, dinamika kelompok, dan lainnya mempengaruhi cepat lambatnya pengembangan closed loop ini. Kita harap ini berjalan sukses, sehingga closed loop kelapa genjah ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button