BPBD Sukabumi Siaga: Alat Deteksi Gempa, Tsunami, dan Curah Hujan Ditingkatkan
Sukabuminow.com || Guna menghadapi potensi bencana yang semakin meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini. Dengan berbagai fasilitas pendukung, BPBD berupaya memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat guna mengurangi risiko bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa teknologi Early Warning System (EWS) menjadi salah satu alat utama dalam mendeteksi potensi bencana. Beberapa EWS yang digunakan saat ini berasal dari Badan Geologi dan BMKG, termasuk monitor gempa bumi yang memberikan informasi real-time dari seluruh Indonesia.

“Ketika terjadi gempa, sistem ini langsung menampilkan data terkini, sehingga kami dapat segera menyampaikan peringatan kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/3/25).
Selain itu, pihaknya juga mengoperasikan tiga titik EWS tsunami di wilayah Palabuhanratu. “Alat ini kami uji coba setiap tanggal 26 setiap bulan sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Tujuannya memastikan sistem berfungsi optimal jika sewaktu-waktu terjadi tsunami,” jelasnya.
Tak hanya gempa dan tsunami, BPBD juga memantau kondisi cuaca serta pergerakan tanah. Berbagai alat pengukur curah hujan dan sensor pergeseran tanah dari Badan Geologi telah dipasang untuk mendukung analisis mitigasi bencana. “Data dari BMKG dan Badan Geologi kami olah lebih lanjut agar masyarakat mendapat peringatan dini yang akurat,” tambahnya.
Salah satu teknologi lain yang menjadi andalan adalah Warning Receiver System (WRS), yang langsung menampilkan titik rawan gempa serta skala magnitudonya di layar pemantau BPBD. “Dengan sistem ini, kami bisa segera memberikan informasi ke masyarakat jika ada ancaman gempa besar,” katanya.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan BMKG, curah hujan tinggi dan angin kencang masih akan berlangsung hingga April 2025. “Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor dan banjir,” tutupnya. (Ade F)
Redaktur : Andra Permana




