Kabupaten SukabumiPemerintahanPeristiwa

BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Hujan Ekstrem

Sukabuminow.com || Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengurangi dampak hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah strategis dalam mengendalikan curah hujan demi meminimalisir risiko bencana.

Strategi dan Fokus Operasi Modifikasi Cuaca

Menurut Letjen Suharyanto, BNPB telah melakukan operasi modifikasi cuaca secara intensif, terutama di wilayah Jakarta dan Jabodetabek. Hasilnya, hujan deras yang diprediksi terjadi di ibu kota berhasil dikendalikan sehingga tidak menyebabkan banjir besar. Namun, dampaknya justru dirasakan di daerah sekitar, seperti Sukabumi, yang mengalami hujan lebat hingga lima jam akibat pergeseran pola hujan.

“Kita sudah melaksanakan OMC untuk fokus di Jakarta dan Jabodetabek. Hujannya bisa ditahan, tetapi ternyata daerah di luar Jakarta, seperti Sukabumi, justru terkena hujan yang cukup intens,” ujar Suharyanto di Gedung Negara Pendopo Palabuhanratu, Sabtu (8/3/25).

Menindaklanjuti kondisi ini, BNPB langsung menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak guna membagi tugas dan menyusun strategi yang lebih efektif. Berdasarkan prediksi BMKG, periode 10 hingga 20 Maret diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sangat ekstrem. Oleh karena itu, BNPB bersama pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, dan Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi melalui operasi modifikasi cuaca yang lebih luas dan terpadu.

“Kita sudah siap menghadapi periode 10 sampai 20 Maret ini. Dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, kita akan terus melakukan OMC. Harapannya, meskipun BMKG memprediksi curah hujan tinggi, dengan operasi ini dampaknya bisa dikurangi, bahkan dihentikan,” tambahnya.

Dampak Positif OMC di Jawa Barat

Upaya OMC yang dilakukan BNPB juga telah menunjukkan hasil positif di beberapa wilayah di Jawa Barat. Kota-kota seperti Bekasi dan Bogor, yang sebelumnya diprediksi mengalami curah hujan tinggi, berhasil menghindari banjir besar berkat intervensi cuaca yang dilakukan beberapa hari terakhir.

“Kalau kita lihat Bekasi dan Bogor, prediksi curah hujan tinggi seharusnya bisa menyebabkan banjir. Tetapi setelah kita melaksanakan OMC, ternyata tidak terjadi banjir besar dan genangan yang ada pun cepat surut,” jelas Suharyanto.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa dampak dari modifikasi cuaca harus dikelola dengan baik agar tidak memindahkan risiko ke daerah lain. Oleh karena itu, BNPB terus mengevaluasi pola hujan dan menyesuaikan strategi OMC agar distribusi curah hujan lebih merata dan tidak menimbulkan dampak buruk di daerah lain.

Kolaborasi BNPB dan Harapan ke Depan

BNPB menegaskan bahwa operasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk BMKG, TNI AU, BPBD, serta pemerintah daerah. Koordinasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menekan risiko bencana akibat hujan ekstrem.

“Kami juga berharap dukungan dari masyarakat dan rekan-rekan media agar ikut mengedukasi serta menyebarkan informasi terkait langkah-langkah mitigasi ini. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa mengurangi dampak bencana secara signifikan,” tutup Suharyanto.

Dengan operasi modifikasi cuaca yang semakin dimaksimalkan, diharapkan hujan ekstrem yang diprediksi dalam beberapa hari ke depan dapat dikelola dengan baik, sehingga risiko banjir di kawasan terdampak bisa diminimalisir. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page