AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Black Madras, Padi Jepang di Sawah Cisolok

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Dalam dua hari terakhir, sebuah konten YouTube terkait pertanian sektor sawah di Kampung Jambelaer, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, telah dilihat ribuan kali. Hingga Selasa (1/9/20), konten yang diupload Co2 Palabuhanratu berjudul ‘Sawah Cisolok Ditanami Padi dari Jepang || Petani Indonesia’ itu telah ditonton sebanyak 3.108 kali.

Atas dasar itu, Sukabuminow.com mendatangi lokasi yang penanaman padi asal Jepang tersebut, Selasa (1/9/20), menemui penanam padi asal Jepang tersebut, Burhanuddin.

KONTEN di YouTube yang memuat informasi Padi Jepang di sawah Cisolok. Foto : Screenshot YouTube Co2 Palabuhanratu

“Awalnya saya melihat iklan padi Black Madras dari Jepang. Saya tertarik kemudian mencari siapa pemilik bibit padi tersebut. Alhamdulillah dapat juga,” terang distributor PT SAS Wilayah Sukabumi itu.

Ia menjelaskan, dirinya mendapat tiga kilogram bibit padi Black Madras tersebut. Kemudian ditanam pada Februari 2109. Diluar dugaan, hasilnya cukup melimpah.

“Waktu itu saya tanam di sawah seluas 3.500 meterpersegi. Hasilnya dapat 3,2 ton. Masa panennya 85 hari hingga 90 hari,” ujarnya.

Ia menuturkan, padi Black Madras memiliki beberapa perbedaan dengan padi lokal. Di antaranya batang hingga buah berwarna ungu. Namun bulir padinya tetap berwarna putih. Cara memasak beras Black Madras, diakui Burhanuddin, sama dengan beras pada umumnya. Namun memiliki rasa nasi yang berbeda.

“Ini juga bisa dijadikan obat. Bisa untuk mengobati darah tinggi, kolestrol, diabetes, dan lainya,” jelasnya.

“Saat ini, ada banyak petani yang melakukan konsultasi dengan dirinya terkait cara penanaman padi Black Madras itu. Semoga kedepan, Black Madras ini bisa lebih dikembangkan lagi. Karena kualitas dan khasiatnya luar biasa,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close