Sepekan Bazar Ramadan di Sukabumi, Puluhan UMKM Raup Omzet Ratusan Juta

Sukabuminow.com || Bazar Kuliner Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Komplek Gelanggang Cisaat, menjadi bukti kuat bahwa sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Selama sepekan pelaksanaan, kegiatan yang melibatkan puluhan pelaku UMKM Kabupaten Sukabumi tersebut mampu mencatatkan perputaran ekonomi hingga Rp211,2 juta. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar ekonomi lokal sekaligus mempertegas posisi UMKM sebagai fondasi ketahanan ekonomi masyarakat.

Penutupan bazar dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, Minggu (8/3/26).

Menurutnya, tingginya transaksi selama bazar berlangsung menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM, masih sangat kuat.

“Geliat ekonomi di lokasi bazar ini sangat luar biasa. Dari 35 pelaku UMKM yang terlibat, rata-rata omzet harian mencapai sekitar Rp30 juta,” ujarnya.

Jika dirata-ratakan, setiap pelaku UMKM mampu memperoleh pendapatan harian sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu selama bazar berlangsung.

“Ini menunjukkan UMKM di Kabupaten Sukabumi masih sangat potensial. Ketika UMKM tumbuh, maka ekonomi daerah pun ikut bergerak,” kata Andreas.

Ia menegaskan, keberlanjutan pertumbuhan UMKM menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kalau UMKM tetap tumbuh, In Syaa Allah ekonomi negara juga tetap kuat,” tambahnya.

Selain memberikan dampak ekonomi, bazar tersebut juga memperlihatkan kekuatan potensi kuliner lokal Sukabumi yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurut Andreas, kualitas rasa produk yang disajikan para pelaku UMKM terbukti mampu menarik minat pengunjung untuk melakukan pembelian berulang.

“Ini menandakan para pelaku UMKM tidak hanya hadir berjualan, tetapi mampu menghadirkan cita rasa yang memukau dan memikat konsumen,” ungkapnya.

Ia melihat potensi tersebut sebagai peluang untuk mendorong wisata kuliner Sukabumi berkembang lebih luas, seiring meningkatnya tren wisata yang menggabungkan destinasi alam dan pengalaman kuliner.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi embrio destinasi kuliner khas Sukabumi yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Andreas juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian daerah.

“Dengan membeli produk lokal, masyarakat secara langsung turut menggerakkan roda ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar, menilai bazar kuliner Ramadan merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar terus berkembang dan naik kelas.

Menurutnya, Dekranasda akan terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, serta perluasan jaringan pemasaran.

“Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk mendorong UMKM Kabupaten Sukabumi semakin berkembang dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang telah berkomitmen menghadirkan produk berkualitas selama bazar berlangsung.

“Saya merasa bangga dan mengapresiasi para pelaku UMKM yang menyajikan produk terbaik, higienis, serta mencerminkan kekhasan kuliner Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyebut antusiasme masyarakat terhadap bazar kuliner Ramadan tahun ini terbilang sangat tinggi.

Menurutnya, meskipun beberapa hari kegiatan diwarnai hujan, jumlah pengunjung tetap ramai sehingga transaksi ekonomi terus meningkat.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Selama sepekan pelaksanaan, total perputaran uang mencapai Rp211.200.000,” ungkap Tuty.

Tuty menilai, capaian tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan penyelenggaraan bazar pada tahun-tahun sebelumnya.

“Pada kegiatan sebelumnya, perputaran uang sebesar Rp200 juta biasanya dicapai dalam dua pekan. Namun kali ini bisa tercapai hanya dalam satu pekan,” jelasnya.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor UMKM di Kabupaten Sukabumi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pihak, bazar kuliner Ramadan diharapkan dapat terus menjadi ruang promosi, pemasaran, dan penguatan daya saing bagi UMKM lokal, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru