Libur Panjang Berujung Duka, Balita Asal Surade Sukabumi Tenggelam di Leuwi Kopo
Sukabuminow.com || Libur panjang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah menjadi tragedi. Seorang balita laki-laki asal Kecamatan Surade dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di wisata alam Leuwi Kopo, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Minggu (17/5/26).
Peristiwa memilukan itu terjadi di aliran Sungai Cicurug yang belakangan kembali ramai dikunjungi wisatawan lokal. Korban diduga lepas dari pengawasan keluarga saat sedang berwisata bersama kerabatnya di lokasi pemandian alam tersebut.
Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, mengatakan kejadian bermula saat korban tengah berada di sekitar area sungai bersama keluarganya pada sore hari. Saat hendak pulang, keluarga menyadari korban tiba-tiba menghilang.
“Korban diduga terlepas dari pengawasan keluarga ketika berada di sekitar aliran sungai. Setelah dinyatakan hilang, keluarga bersama warga langsung melakukan pencarian dan penyelaman di lokasi,” ujar Ade, Senin (18/5/26).
Korban kemudian ditemukan di dasar kolam alami Leuwi Kopo dalam kondisi tidak sadarkan diri. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tubuh korban pertama kali diketahui setelah seorang pengunjung yang sedang berenang tidak sengaja menyentuh bagian kepala korban di dasar sungai.
Warga yang berada di lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke tenaga medis terdekat. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Korban sempat dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi saat diperiksa korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kecamatan Surade dan dimakamkan oleh keluarga pada malam harinya. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan proses hukum maupun autopsi.
Polisi juga telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, hingga melakukan pendataan korban dan pelaporan internal kepolisian.
Kapolsek menegaskan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di lokasi wisata alam beraliran air.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak lengah mengawasi anak-anak ketika berada di area sungai, curug, maupun wisata air alami lainnya,” tegas Ade.
Leuwi Kopo sendiri dikenal sebagai wisata alam di kawasan Sungai Cicurug yang memiliki aliran jernih dengan kolam alami berkedalaman bervariasi. Dalam beberapa pekan terakhir, lokasi tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan, khususnya saat akhir pekan dan musim libur panjang.
Namun, lokasi wisata tersebut disebut sudah tidak memiliki pengelola resmi maupun petugas pengawas keselamatan. Kondisi itu membuat pengunjung harus mengandalkan kewaspadaan pribadi selama berada di area wisata.
Selain memiliki area dangkal, beberapa titik di Leuwi Kopo diketahui memiliki kedalaman mencapai sekitar tiga hingga empat meter. Situasi tersebut dinilai cukup berisiko, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan ketat dari orang tua.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan wisata air di Sukabumi yang terjadi saat momentum libur. Aparat kepolisian mengingatkan bahwa meningkatnya kunjungan wisata alam harus diimbangi dengan kesadaran keselamatan, baik dari pengunjung maupun pengelola kawasan wisata.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




