Kabupaten SukabumiKriminal dan Hukum

Anggota HNSI Kabupaten Sukabumi Diduga Jadi Korban Penculikan Dan Pemerasan Oknum LSM DPP LAI

Sukabuminow.com || Nasib pahit. Dialami Penanggung Jawab Bidang Budaya Dan Pariwisata Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia : HNSI Kabupaten Sukabumi : Sudiarto Bahari. Senin (16/9/19) dini hari. Pukul 01.30 WIB.

Pasalnya. Ia diculik oleh 5 orang. Berperawakan tinggi besar. Serta mengaku-ngaku dari Mabes Polri. Padahal tak lain. Mereka adalah oknum Lembaga Swadaya Masyarakat : LSM DPP Lembaga Aliansi Indonesia.

“Rekan saya. Bernama Uyan. Ditangkap. Kemudian dia menghubungi saya. Katanya dituduh jual beli solar ilegal. Katanya melibatkan saya. Kemudian saya susul. Sampai di lampu merah Jalan Cagak Palabuhanratu. Baru saja turunkan standar motor. Saya langsung disergap. Di borgol. Dipakaikan penutup kepala. Dan dibawa ke mobil,” tutur pria yang kerap disapa Bowo tersebut. Rabu (18/9/19).

Bowo mengatakan. Para pelaku mengaku. Berasal dari Mabes Polri. Dan akan membawanya ke Jakarta.

“Sampai Jakarta jam 05.00 WIB. Tapi saya dibawa ke gudang. Katanya tidak usah ke Mabes. Selesaikan saja di tempat itu,” urainya.

Baca Juga :

Saat itu. Para pelaku mengajak Bowo bernegosiasi. Terkait jumlah uang. Agar Bowo dan Uyan. Dapat pulang.

“Dari Rp5 juta. Sampai akhirnya sepakat Rp20 juta. Kemudian saya hubungi Ketua HNSI -Dede Ola- menyampaikan nilai itu. Ditransfer lah saya Rp10 juta. Karena ATM saya limit. Kartu ATM saya ditahan. PINnya juga diminta. Akhirnya pelaku mengizinkan saya pulang. Untuk mengambil sisa uang. Sedangkan Uyan masih bersama mereka,” paparnya.

Para pelaku. Mengantarkan Bowo. Ke UKI. Untuk pulang ke Palabuhanratu. Menggunakan angkutan umum bus. Sesampainya di Palabuhanratu. Bowo bersama HNSI. Berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Untuk menyelamatkan Uyan.

“Besoknya -Selasa (17/9/19)- Saya kembali lagi ke Jakarta. Bersama 16 orang polisi. Ke tempat penyekapan. Tapi ternyata tidak ada. Saya telepon pelaku. Dan sepakat. Bertemu di Terminal Kampung Rambutan. Untuk membayar sisa uang. Dan meminta Uyan dibebaskan,” ungkapnya.

“Sebelumnya saya briefing. Dengan anggota kepolisian. Yang ikut dengan saya. Jika pas ketemuan dengan pelaku. Dan benar itu pelakunya. Maka saya mengangkat topi. Setelah ketemu. Benar itu mereka. Dua pelaku ditangkap. Pukul 08.00 WIB. Dan dibawa ke Palabuhanratu. Uyan juga dapat diselamatkan,” beber Bowo.

Dua dari lima pelaku. Dapat ditangkap. Dengan berbagai barang bukti. Di antaranya tas. Berisi korek api bentuk pistol. Alat kejut listrik. Borgol. Berbagai macam surat tugas. Dan Kartu Tanda Anggota : KTA DPP Aliansi Indonesia.

“Saat menangkap saya. Mereka menunjukkan surat tugas. Dari DPP Aliansi Indonesia. Awalnya mereka mengaku Intel. Dari Mabes Polri,” urainya.

Di tempat sama. Sekretaris HNSI Kabupaten Sukabumi : Ujang SB. Mengaku geram. Dengan kejadian tersebut. Ia menduga. Terjadi penyalahgunaan wewenang. Yang dilakukan oknum DPP Aliansi Indonesia.

“Kami serahkan. Kasus ini sepenuhnya. Kepada pihak kepolisian. Kami berharap. 3 pelaku lainnya segera ditangkap. Sehingga tidak ada lagi. Yang mengaku-ngaku anggota kepolisian. Dan mencemarkan nama baik kepolisian,” paparnya.

“Kami juga meminta. DPP Aliansi Indonesia. Bertanggung jawab. Dan meminta pihak kepolisian. Agar mengungkap kasus ini. Hingga ke pucuk pimpinan DPP Lembaga Aliansi Indonesia,” tandasnya. (Yadi)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close