Sukabuminow.com || Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia : KAMMI Kota Sukabumi. Melakukan aksi solidaritas di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum : KPU Kota Sukabumi. Selasa (21/5/19).
Aksi tersebut merupakan kepedulian KAMMI. Terhadap banyaknya pejuang demokrasi yang meninggal dunia. Usai melaksanakan tugas selama Pemilu 2019.
“Kami juga pasang bendera kuning. Kami prihatin. Banyak petugas Pemilu 2019. Yang gugur selama Pemilu 2019,” ujar Ketua Umum KAMMI Sukabumi : Oksa Bachtiar Camsah. Disela aksi kepada awak media.
Baca Juga :
- Dikunjungi Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, PT Muara Tunggal Sumringah
- Relawan Jabar Peduli Masjid Al Muslikh Kota Sukabumi
Berdasarkan data dari KPU Kota Sukabumi. Ada tiga orang petugas yang meninggal dunia. Mulai Pamsung maupun dari KPPS. Sehingga secara personal maupun organisasi. KAMMI mengapresiasi kinerja KPU Kota Sukabumi. Yang telah peduli dengan meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu di Sukabumi.
Sementara itu. Ketua KPU Kota Sukabumi : Sri Utami. Membenarkan puluhan petugas penyelenggara Pemilu 2019. Menderita sakit dengan 3 di antaranya meninggal dunia. Ketiga orang tersebut. Antara lain : 1 anggota Pamsung. 1 orang PPS. Dan 1 orang petugas KPPS.
“Yang sakit 28 orang. Semuanya dirawat di rumah masing-masing. Tidak dirujuk ke rumah sakit. Ada juga yang sakit ringan. Totalnya 35 orang,” paparnya.
Sri menyebut. Dari tiga korban. Tak satupun mendapatkan santunan. Sebab berdasarkan aturan Gubernur Jawa Barat. Korban meninggal dunia yang menerima santunan sebesar Rp50 juta. Memiliki syarat. Yakni korban meninggal pada kurun waktu H-7 dan H+4 pencoblosan.
“Pemda Kota Sukabumi akan memberikan santunan. Serta akan menanggung biaya pendidikan anak-anak dari 3 orang tersebut. Dari KPU pusat juga sudah ada SK. Nanti ada tanggungan uang duka untuk yang meninggal dan sakit,” urainya.
“Kita sudah berproses tinggal menunggu,” tutupnya. (Diana NH)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
