Ombak Malam Hampir Renggut Nyawa di Sukabumi, Ini Peringatan Polisi

Sukabuminow.com || Hanya dalam hitungan detik, ombak besar memecah malam dan menyeret seorang ibu ke tengah laut. Tidak ada aba-aba. Tidak ada kesempatan bersiap. Pantai Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, yang semula tenang, berubah menjadi arena kepanikan, Rabu (25/2/26) sekitar pukul 20.30 WIB.

Rina Yulianti (52 th), ibu rumah tangga asal Warungkiara, saat itu hanya duduk santai di bibir pantai. Namun gelombang tinggi khas pesisir selatan datang tiba-tiba, menghantam dan menarik tubuhnya menjauh dari daratan.

Jeritan pengunjung memecah suasana. Beberapa warga berlari tanpa ragu, menerobos hempasan air, lalu menarik korban kembali ke tepi pantai sebelum arus balik menyeretnya lebih jauh.

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, memastikan korban selamat berkat keberanian dan kesigapan warga sekitar.

“Korban sedang duduk di pinggir pantai, kemudian datang ombak besar yang menyeret korban ke tengah laut. Warga yang melihat langsung melakukan pertolongan dan mengevakuasi korban ke pinggir pantai,” ujarnya, Jumat (27/2/26).

Petugas dari Polres Sukabumi melalui Satpolairud Polres Sukabumi segera turun ke lokasi setelah menerima laporan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kondisi korban sehat dan sudah dijemput keluarganya,” tambah Dadi.

Dadi mengingatkan, bahwa peristiwa tersebut sebagai penegas karakter ganas pesisir Palabuhanratu yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Ombak tinggi dan arus balik dapat muncul mendadak, terlebih saat malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Dadi menekankan bahwa duduk santai di bibir pantai bukan berarti aman.

“Kami mengingatkan wisatawan agar tidak berada terlalu dekat dengan bibir pantai, meskipun hanya duduk atau bersantai. Ombak besar bisa datang secara tiba-tiba,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran pengunjung menjadi kunci utama pencegahan. Pantai selatan Sukabumi memang menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah. Namun, peningkatan kunjungan harus dibarengi disiplin keselamatan.

Dadi mengatakan, kisah Rina bukan sekadar kabar selamatnya seorang ibu rumah tangga. Ini adalah alarm bagi siapa pun yang berwisata ke pantai selatan Indonesia.

Keindahan laut selatan selalu memikat. Tetapi di balik pesonanya, ada risiko nyata yang tak terlihat. Satu langkah terlalu dekat, satu momen lengah, bisa berujung tragedi.

Melalui peristiwa ini, Dadi berharap masyarakat lebih berhati-hati, mematuhi batas aman, serta tidak beraktivitas terlalu dekat dengan garis ombak, khususnya pada malam hari.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru