Adipura 2022, DLH : Semua Tahapan Sudah Maksimal
Sukabuminow.com || Kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, baru saja menjalani penilaian Piala Adipura oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Rasyad Muhara mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai tahapan sebelum penilaian dilakukan oleh dua orang dari KLHK RI dan dua orang dari DLH Jawa Barat.
“Tahapan yang telah kami lakukan di antaranya tahap klasifikasi, tahap pengumpulan data sekunder, tahap pemantauan. Semua sudah kami lakukan sebaik mungkin. Tinggal menunggu hasilnya,” tutur Rasyad, Selasa (30/8/22).
Ia menjelaskan, aspek yang dinilai dalam Piala Adipura meliputi kebersihan dan keteduhan kota, sarana dan prasarana pengelolaan sampah baik yang dikelola oleh masyarakat seperti composting skala RT/RW, TPS3R, dan Bank Sampah, maupun yang dikelola oleh pemerintah daerah seperti TPS3R, Bank Sampah, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Yang menjadi titik pantau di antaranya TPA Cimenteng di Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, karena merupakan bagian dari pengelolaan sampah Kabupaten Sukabumi secara umum. Ada juga 50 titik lainnya. Kemudian yang dipantau detail itu sebanyak 16 titik, di antaranya tempat pengelolaan sampah seperti Bank Sampah, tempat pengomposan dan TPS3R, sekolah, Puskesmas, rumah sakit, perkantoran, area perdagangan/pasar, terminal, pertokoan, sungai, taman dan hutan kota, jalan, pantai wisata, dan pemukiman,” bebernya.
Menurut Rasyad, terdapat beberapa masukan dari KLHK RI terkait penilaian Adipura tahun ini. Antara lain yaitu kegiatan penanganan dan pengelolaan sampah harus lebih ditingkatkan lagi, terutama peran serta stakeholder terkait dan seluruh masyarakat. Serta perlu adanya peningkatan sarana prasarana pengelolaan sampah.
“Kami berikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak serta warga masyarakat kota Palabuhanratu yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam menjaga dan mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bersih tertib dan asri,” ucapnya.
Ia berharap, pemantauan Adipura menjadi pemantik dan pemicu dalam menumbuhkan kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Sehingga sampah yang dihasilkan dapat dikelola dan termanfaatkan kembali di sumber sampah.
“Semoga semangat dan kesadaran kita akan pentingnya kebersihan, ketertiban, dan keteduhan ini tidak hanya ketika akan dipantau saja. Tetapi dapat berkesinambungan dan menjadi budaya sehari-hari,” tandasnya. (Ade Firmansyah)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




