Sukabuminow.com || Laut di perairan Karangbolong, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tampak bersahabat pada Sabtu (28/3/26) pagi. Angin berembus pelan, ombak bergulung tenang, dan para nelayan menjalani rutinitas seperti hari-hari sebelumnya.
Bagi mereka, laut bukan sekadar tempat mencari nafkah. Laut adalah ruang hidup, tempat mereka saling mengenal, bahkan tanpa perlu banyak kata.
Namun pagi yang tenang itu berubah ketika sebuah perahu melintas dengan cara yang tak biasa.
Seorang nelayan yang berpapasan mulai merasa ada yang berbeda. Sosok di atas perahu itu asing, tidak seperti wajah-wajah yang biasa ia temui setiap hari. Lebih dari itu, bentuk perahunya begitu dikenali, mirip milik nelayan Ujunggenteng. Kecurigaan itu tidak disimpan sendiri.
Ia memberi tahu nelayan lain. Dalam hitungan waktu, rasa waspada berubah menjadi gerakan bersama. Tanpa komando, mereka sepakat untuk mendekat, memastikan, dan akhirnya menggiring perahu tersebut kembali ke arah Ujunggenteng.
Di tengah laut yang luas, aksi itu bukan tanpa risiko. Namun bagi mereka, menjaga satu sama lain adalah hal yang sudah menjadi kebiasaan. Dan benar saja, kecurigaan itu terbukti.
Perahu yang dibawa pria tersebut diduga merupakan hasil pencurian dari kawasan Pantai Ujunggenteng. Pelariannya yang sempat menjauh akhirnya terhenti, bukan oleh aparat, melainkan oleh sesama nelayan.
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, mengatakan bahwa kejadian itu menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan di antara nelayan.
“Setelah diamankan, yang bersangkutan langsung kami serahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Di darat, proses hukum pun berjalan. Kapolsek Ciracap, AKP Topick Hadian, membenarkan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan akan diproses oleh Satpolairud.
Namun lebih dari sekadar peristiwa kriminal, kejadian ini menyisakan cerita lain, tentang bagaimana nelayan menjaga lautnya, dan juga menjaga satu sama lain.
Di hamparan laut selatan Sukabumi yang luas dan tak berbatas, mereka tahu satu hal, keselamatan dan kepercayaan adalah hal yang tak bisa ditawar.
Karena di sana, di antara ombak dan angin, mereka bukan hanya pencari ikan, melainkan keluarga yang saling menjaga.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
