Sukabuminow.com || Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan belakang SPBG Benda, Kecamatan Cicurug, sempat menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan. Bau menyengat dan potensi gangguan kesehatan warga mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Tak menunggu keluhan meluas, DLH Kabupaten Sukabumi langsung menginisiasi penanganan darurat dengan menggandeng pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat. Kolaborasi lintas pemerintahan ini menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan persampahan yang membutuhkan respons cepat di lapangan.
Peran pemerintah kecamatan dan desa terbilang krusial. Mereka turut menyiapkan alat berat lengkap dengan dukungan operasional guna mempercepat proses penanganan. Di sisi lain, DLH Kabupaten Sukabumi menurunkan armada pengangkut sampah beserta petugas kebersihan untuk memastikan sampah dapat segera diangkut dari lokasi terdampak.
Di garis terdepan, Koordinator Wilayah (Korwil) DLH Cicurug mengerahkan lima unit armada pengangkut sampah. Untuk memperkuat daya angkut, DLH juga menerapkan skema Bantuan Kendali Operasi (BKO) dengan menurunkan tambahan armada dari Korwil Cibadak, Cisaat, dan Palabuhanratu, masing-masing satu unit kendaraan.
Hasil pemetaan lapangan menunjukkan volume sampah yang harus ditangani diperkirakan setara dengan sekitar 15 truk. Dengan kekuatan total delapan unit armada yang direncanakan beroperasi dua kali ritasi dalam satu hari, DLH Kabupaten Sukabumi optimistis pembersihan dapat dituntaskan dalam waktu singkat.
Komitmen tersebut terlihat dari kehadiran langsung Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi, Nuryamin, yang turun ke lokasi pada Minggu (4/1/26). Kehadirannya bukan sekadar peninjauan, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan terkoordinasi lintas wilayah.
Menurut Nuryamin, keterbatasan sarana persampahan tidak boleh menjadi alasan lambannya penanganan di lapangan. Justru di sinilah pentingnya sinergi antarwilayah dan dukungan dari pemerintah tingkat kecamatan dan desa.
“Dengan kondisi armada yang terbatas, kolaborasi menjadi kunci utama. Dukungan dari pemerintah kecamatan dan desa sangat membantu percepatan penanganan sampah di lapangan,” ujar Nuryamin.
Lebih jauh, DLH Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa pola kerja sama lintas sektor ini akan terus diperkuat. Persoalan persampahan yang semakin kompleks menuntut pendekatan kolaboratif, cepat, dan adaptif agar kebersihan lingkungan tetap terjaga serta potensi gangguan kesehatan masyarakat dapat ditekan.
Langkah tanggap di Cicurug ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengantisipasi lonjakan timbulan sampah, khususnya pada situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat, terukur, dan bertanggung jawab.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
