Koin Kuno di Pantai Ujunggenteng, Yudi Mulyadi: Bukti Warisan Sejarah Kolonial

Sukabuminow.com || Temuan koin kuno di pesisir Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memantik perhatian luas dari masyarakat dan pemerintah daerah. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi menegaskan, penemuan ini bukan sekadar kebetulan, tetapi bagian dari jejak historis penting yang terpendam di wilayah selatan Sukabumi.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menyampaikan bahwa temuan koin yang semakin ramai diperbincangkan masyarakat kemungkinan besar terkait erat dengan aktivitas perdagangan pada masa kolonial. Menurutnya, kawasan Ujunggenteng di masa lampau merupakan pelabuhan aktif yang memainkan peran strategis dalam distribusi garam dan hasil laut.

“Ujunggenteng pada masa kolonial merupakan kawasan penting dan sibuk. Penemuan koin ini menguatkan dugaan bahwa wilayah tersebut menjadi titik aktivitas perdagangan antarwilayah. Koin-koin ini diyakini digunakan sebagai alat tukar oleh masyarakat lokal dan pelaut asing,” ujar Yudi saat dikonfirmasi Sabtu (2/8/25).

Lebih lanjut, Yudi menambahkan bahwa kehadiran berbagai objek arkeologis lain yang telah lama terdata di sekitar kawasan, seperti bunker atau bangunan pertahanan peninggalan zaman kolonial, menjadi pelengkap narasi sejarah yang kian nyata.

“Temuan koin ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi satu kesatuan dengan tinggalan lain seperti bunker dan reruntuhan arsitektur kolonial yang masih bisa dijumpai di kawasan tersebut. Semua itu menjadi bukti bahwa Ujunggenteng dulu adalah pusat perdagangan sekaligus pertahanan,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari penemuan tersebut, Bidang Kebudayaan Disbudpora kini tengah melakukan dokumentasi dan identifikasi awal. Proses ini juga melibatkan pencatatan detail kondisi fisik koin serta lokasi penemuan yang dilakukan oleh tim Pamong Budaya, bekerja sama dengan masyarakat dan aparat setempat.

“Kami akan mengkaji data dan hasil lapangan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat. Ini penting agar proses pelindungan dan penetapan nilai budaya bisa dilakukan secara ilmiah dan sesuai prosedur,” ungkap Yudi.

Tak lupa, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya nelayan, serta jajaran TNI AL yang turut serta mengamankan lokasi dan benda temuan. Menurut Yudi, hal itu menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah.

“Partisipasi warga sangat luar biasa. Mereka tidak mengambil keuntungan pribadi dari temuan ini, tapi justru segera melaporkan dan menyerahkannya kepada pihak berwenang. Ini bentuk kesadaran budaya yang patut dicontoh,” katanya.

Hingga kini, berdasarkan hasil pengumpulan dari lapangan, telah diamankan 33 keping koin kuno dari berbagai ukuran dan kondisi. Beberapa koin masih memiliki ukiran yang cukup jelas, seperti simbol mahkota, tulisan aksara Arab bertuliskan “setengah rupiah”, serta huruf Jawa bertuliskan “perempat rupiah”.

“Ragam bentuk dan inskripsi pada koin memberikan petunjuk tentang periode penggunaannya. Rentang waktunya diduga antara pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yang sangat erat dengan masa kolonial Hindia Belanda,” terang Yudi.

Ia berharap, momentum ini menjadi awal yang baik dalam menggali lebih dalam potensi sejarah dan budaya Kabupaten Sukabumi, khususnya di kawasan pesisir selatan yang selama ini lebih dikenal karena pariwisata alamnya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah. Ini adalah bagian dari identitas kita, dan bisa menjadi modal besar untuk pengembangan pendidikan, penelitian, hingga pariwisata berbasis budaya,” pungkasnya.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru