Sukabuminow.com || Menghadapi penilaian ulang dari tim asesor Unesco Global Geopark (UGGp), Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi telah mematangkan berbagai persiapan, khususnya pada aspek kepariwisataan dan pelestarian budaya. Penilaian atau revalidasi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2025.
Dalam upaya memperkuat posisi geopark sebagai warisan dunia, Dispar menggandeng Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora), serta mengajak pelaku industri pariwisata dan komunitas lokal untuk berkolaborasi menyambut kedatangan tim validator Unesco.
“Ada dua aspek utama yang kami siapkan. Pertama dari sisi kepariwisataan, kedua dari sisi pelestarian budaya. Dua sektor ini kami kolaborasikan bersama teman-teman di Disbudpora, agar pengembangan geosite berjalan seimbang dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, Selasa (1/7/25).
Sendi menjelaskan, strategi pengembangan tidak hanya fokus pada penguatan status sebagai heritage atau warisan dunia, tetapi juga mengedepankan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan agar pariwisata tidak hanya menjaga situs, namun juga memberikan dampak kesejahteraan.
“Masyarakat menjadi bagian penting dari upaya ini. Kami ingin membangun pariwisata yang berorientasi pada pemberdayaan, sehingga mereka bisa ikut menjaga, mengelola, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan destinasi geopark,” jelasnya.
Meski tidak semua geosite ditetapkan sebagai titik kunjungan utama dalam penilaian kali ini, Dispar tetap menyiapkan sejumlah lokasi alternatif sebagai destinasi pendukung yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya Sukabumi.
“Beberapa destinasi sudah kami persiapkan, meskipun tahun ini bukan titik pusat kunjungan, namun tetap menjadi bagian dari promosi kawasan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung, agar Kabupaten Sukabumi kembali meraih gelar dari Unesco Global Geopark,” pungkas Sendi.
Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah yang tergabung dalam kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp), yang telah diakui dunia atas kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokalnya. Dengan memadukan pelestarian dan pembangunan berkelanjutan, Sukabumi menargetkan agar status prestisius tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa depan.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
