Bikin Haru! Kepala Desa di Sukabumi Gadaikan STNK untuk Selamatkan Warga

Sukabuminow.com || Di tengah gelapnya malam dan kesunyian desa, pintu rumah Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Heri Suryana — akrab disapa Jaro Midun — diketuk pelan namun panik. Seorang warga, dalam kondisi terdesak, datang membawa kabar duka, anggota keluarganya sedang kritis, sesak napas hebat, dan tak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tanpa pikir panjang, Midun langsung bergegas.

“Jam satu malam mereka datang. Saya tahu ini soal nyawa. Saya langsung antar ke RSUD Palabuhanratu,” ucap Midun, Senin (26/5/25), dengan suara menahan haru.

Sesampainya di rumah sakit, satu masalah besar muncul, sang pasien tidak bisa langsung dirawat secara gratis karena tak memiliki KIS, sementara kondisinya sudah sangat genting. Pemerintah desa sebenarnya sudah merencanakan pembuatan KIS prabayar, namun prosedurnya memakan waktu hingga dua pekan. Terlalu lama. Dan celakanya, program KIS berbasis APBD sedang tidak berjalan karena belum ada alokasi anggaran dari Pemkab Sukabumi.

“Tiga hari pasien dirawat sebagai pasien umum. Biayanya Rp1.780.000. Waktu mau pulang, keluarganya kebingungan. Mereka benar-benar tidak punya uang,” tutur Midun lirih.

Tersentak mendengar kabar itu, Midun kembali ke rumah sakit. Di dompetnya hanya ada Rp500 ribu, jauh dari cukup. Namun ia tak menyerah. Demi warganya, ia lakukan sesuatu yang tak biasa, ia serahkan STNK mobil pribadinya sebagai jaminan ke pihak rumah sakit.

“Saya bilang, ini STNK mobil saya, tolong warga saya bisa pulang dan dapat perawatan layak,” ucapnya tegas.

Aksi heroik Midun sontak menggugah banyak pihak. Di tengah sistem layanan kesehatan yang masih menyisakan banyak celah, kisahnya menyuarakan jeritan diam masyarakat kecil yang sering terpinggirkan.

Midun berharap, kejadian ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera mengalokasikan kembali anggaran KIS berbasis APBD, agar warga tidak lagi harus memilih antara sakit atau miskin.

“Ini bukan hanya soal satu warga. Ini soal kemanusiaan. Kesehatan adalah hak, bukan kemewahan,” tegasnya.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru