Sawah Petani Terkubur Lumpur di Simpenan, Dinas Pertanian Sukabumi Ambil Langkah Strategis

Sukabuminow.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat menyikapi bencana limpasan lumpur yang menerjang lahan pertanian warga di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan. Lumpur yang diduga kuat berasal dari aktivitas tambang emas PT Golden itu merusak hamparan sawah produktif seluas 29,85 hektare.

Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Usaha Pertanian (PPUP), Eris Firmansyah, memimpin langsung peninjauan ke lokasi terdampak pada Kamis (10/4/25), bersama Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, dan jajaran dari BPP Simpenan serta UPTD Wilayah IV Palabuhanratu.

“Ini bagian dari investigasi lapangan untuk memotret kondisi nyata. Kami mencatat kerusakan mencakup 22 hektare sawah milik masyarakat dan sekitar 7 hektare sawah yang berada di areal perkebunan PT Cigaru namun digarap oleh petani lokal,” ujar Eris saat dikonfirmasi, Jumat (11/4/25).

Berdasarkan informasimyang dihimpun Sukabuminow.com, limpasan lumpur itu mengalir dari Desa Kertajaya, lokasi tambang PT Golden, lalu melintasi jalur air alami menuju ke area pertanian Desa Cihaur. Aliran tersebut membawa endapan lumpur dalam jumlah besar hingga menutupi sawah-sawah produktif dengan usia tanam 15 hari hingga menjelang panen.

Temuan Dinas Pertanian diperkuat dengan laporan visual dari warga dan data citra udara yang menunjukkan perubahan drastis lanskap: petakan sawah berubah menjadi genangan lumpur berwarna cokelat, merusak alur irigasi dan mengancam keberlangsungan musim tanam berikutnya.

“Kami sangat memahami keresahan petani. Oleh karena itu, hasil tinjauan ini akan kami susun menjadi bahan laporan resmi untuk mengusulkan normalisasi sawah dan sungai kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pusat. Langkah ini penting agar lahan dapat segera dipulihkan,” tambah Eris. (Andry Hidayat)

Redaktur : Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru