Sukabuminow.com || Pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI telah meluncurkan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YeSS) beberapa waktu lalu. Program tersebut merupakan salah satu program yang berupaya untuk melahirkan wirausaha muda di bidang pertanian. Serta merupakan proyek internasional yang disupport oleh International Found for Agricultural Development (IFAD) melalui Kementerian Pertanian RI.
Kabupaten Sukabumi merupakan satu dari empat daerah di Jawa Barat selain Kabupaten Subang, Cianjur, dan Tasikmalaya, yang mendapat program YeSS sejak 2019 lalu dan akan dilaksanakan hingga 2025 mendatang. Saat ini, program tersebut masih berjalan dan mampu melahirkan para pemuda yang memiliki totalitas di bidang wirausaha pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana mengatakan, di tahun 2019 saat program YeSS dilaunching, Kabupaten Sukabumi mendapatkan kuota 10 ribu calon penerima manfaat yang terdiri dari para pemuda yang memiliki perhatian, kepedulian, dan minat di sektor pertanian. Namun ternyata, antusiasme para pemuda tersebut tinggi sehingga jumlah pendaftarnya membengkak.
“Kuota 10 ribu yang disediakan ternyata melonjak menjadi 13 ribu lebih. Setelah diseleksi berkurang menjadi 10.700-an karena banyak yang tidak memenuhi syarat. Seperti usia yang maksimalnya 39 tahun, NIK ganda, atau tidak sanggup melaksanakan program,” terang Thendy usai District Multi Stakeholders Forum Program YeSS tahun 2022 di Aula Setda Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu. Senin (7/3/22).
Hingga saat ini, kata Thendy, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melakukan pembinaan kepada sekitar 2.300-an yang telah mendaftar dalam program YeSS tersebut. Selain pelatihan, bimbingan teknis juga diberikan.
“Program ini juga memberikan hibah kompetitif kepada penerima manfaatnya. Ada 120 yang sudah mengajukan permohonan, 27 di antaranya sudah dikabulkan. Besarannya sesuai proposal. Itu untuk mengembangkan wirausaha desa sekaligus tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian di pedesaan,” bebernya.
“In Syaa Allah tahun 2022 hingga selanjutnya, kita bisa melaksanakan secara keseluruhan program YeSS di Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.
Di tempat sama, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyambut baik program YeSS dan siap menyukseskannya. Sebab menurutnya, program tersebut diyakini mampu membangun wirausaha baru di sektor pertanian yang tangguh di tengah pandemi Covid-19.
“Forum ini memiliki peran penting dalam mewujudkan kabupaten Sukabumi yang religius, maju, dan inovatif, menuju masyarakat sejahtera lahir batin melalui optimalisasi pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian” ungkapnya.
Marwan menjelaskan, pengembangan pertanian 4.0 telah menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Sukabumi sejak lama. Sehingga dilakukan digitalisasi pertanian yang telah ditetapkan sebagai proyek prioritas pada RPJMD 2021-2026.
“Sudah saatnya kita beralih dari pertanian tradisional kepada pertanian yang modern. Ciri utama pertanian modern adalah pertanian berbasis inovasi yang bersifat dinamis, sesuai perkembangan iptek dan tuntutan kebutuhannya,” pungkasnya. (Ridwan HMS)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
