Waspada! Penipuan Mengatasnamakan Sendi Apriadi Beredar Lewat WhatsApp

Sukabuminow.com || Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi mengeluarkan peringatan resmi terkait penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi.

Melalui unggahan di media sosial resminya, Diskominfosan menyampaikan bahwa telah beredar nomor WhatsApp +62 856-5667-7239 yang menggunakan nama dan foto profil Sendi Apriadi untuk melakukan komunikasi dan menghubungi sejumlah pihak dengan modus tertentu. Nomor tersebut dipastikan bukan milik Kadis Perkim yang sah, melainkan oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha melakukan penipuan.

Penegasan dari Sendi Apriadi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengirim pesan pribadi kepada siapa pun untuk kepentingan dinas atau pribadi melalui nomor tersebut.

“Saya pastikan bahwa nomor itu bukan milik saya. Saya tidak pernah meminta bantuan, menawarkan proyek, atau menghubungi siapa pun di luar jalur resmi kedinasan,” ujar Sendi, Jumat (10/10/25).

Ia menambahkan, komunikasi resmi antara Dinas Perkim dengan masyarakat atau pihak ketiga hanya dilakukan melalui surat dan kanal resmi pemerintah daerah. Segala bentuk pesan atau permintaan melalui WhatsApp pribadi yang mengatasnamakan pejabat dinas patut dicurigai sebagai upaya penipuan.

Imbauan dari Sendi Apriadi

Sendi mengimbau masyarakat, terutama para pengembang perumahan, kontraktor, kepala desa, dan pihak-pihak yang sering berurusan dengan Dinas Perkim, untuk tidak mudah percaya terhadap pesan atau permintaan dari nomor tidak dikenal.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk lebih berhati-hati dalam menerima pesan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Jangan langsung percaya, apalagi jika ada permintaan uang atau data pribadi. Segera klarifikasi ke kantor Dinas Perkim atau laporkan ke Diskominfosan,” tutur Sendi.

Ia juga meminta masyarakat untuk menjadi “Smart Citizen” dengan selalu memeriksa kebenaran informasi yang diterima di media sosial atau aplikasi pesan instan.

“Kita semua harus cerdas digital. Jangan sampai ada korban akibat tindakan penipuan seperti ini. Mari sama-sama jaga nama baik instansi dan kehati-hatian dalam berkomunikasi,” imbuhnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru