Sukabuminow.com || Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri menilai peluncuran Program Parkir Wisata Someah (Sopan, Aman, Endah, dan Amanah) menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kawasan wisata sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan daerah dari sektor retribusi.
Menurut Bima -sapaan karib Herdy-, program yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Hari ini saya mengikuti launching Parkir Wisata Someah yang diinisiasi Dinas Pariwisata. Ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Forkopimda untuk membangun tata kelola kawasan wisata yang lebih baik,” ujarnya di Pantai Istana Presiden, Citepus, Palabuhanratu, Senin (3/8/26).
Ia mengatakan, penataan parkir di kawasan wisata tidak hanya bertujuan menciptakan ketertiban, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sehingga mampu meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi.
Bima menjelaskan, pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan parkir dalam program tersebut merupakan retribusi daerah, bukan pajak parkir.
Retribusi dipungut atas layanan yang disediakan pemerintah daerah dan seluruh penerimaannya akan disetorkan langsung ke kas daerah melalui organisasi perangkat daerah yang mengelolanya, yakni Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.
“Kalau di lokasi ini, penerimaannya masuk sebagai retribusi parkir karena merupakan layanan publik yang dikelola pemerintah daerah. Seluruh hasilnya akan masuk ke kas daerah melalui Dinas Pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, semakin tertata kawasan wisata, semakin besar pula peluang meningkatnya penerimaan daerah dari berbagai sektor pendukung, termasuk usaha kuliner dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain berpotensi meningkatkan retribusi, Bima meyakini penataan parkir akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Menurutnya, kawasan wisata yang bersih, aman, nyaman, dan memiliki sistem parkir yang tertib akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Dampaknya, pelaku usaha lokal juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Harapannya kawasan wisata menjadi lebih nyaman sehingga kunjungan wisatawan meningkat. Kalau pengunjung bertambah, tentu perputaran ekonomi masyarakat di sekitar destinasi juga akan ikut tumbuh,” tuturnya.
Terkait target penerimaan, Bima menjelaskan bahwa penetapan target retribusi menjadi kewenangan Dinas Pariwisata sebagai perangkat daerah pengelola.
Menurutnya, Dinas Pariwisata akan terlebih dahulu melakukan kajian atau penilaian terhadap potensi penerimaan sebelum target ditetapkan. Setelah itu, Bapenda akan menjalankan fungsi koordinasi dan pemantauan terhadap realisasinya.
“Target retribusi akan disusun oleh Dinas Pariwisata berdasarkan hasil penilaian potensi. Setelah ditetapkan, kami akan melakukan koordinasi dan monitoring terhadap perkembangannya,” katanya.
Bima mengungkapkan, hingga saat ini tren penerimaan retribusi sektor pariwisata menunjukkan peningkatan. Namun, besaran tambahan pendapatan dari Program Parkir Wisata Someah baru dapat dihitung setelah proses penilaian potensi selesai dilakukan.
Ia berharap program tersebut menjadi fondasi bagi pengelolaan destinasi wisata yang lebih profesional sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah.
“Yang terpenting sekarang adalah penataannya terlebih dahulu. Setelah sistem berjalan dan potensi dihitung, barulah nilai penerimaannya bisa terlihat. Kami optimistis program ini akan memberikan dampak positif bagi daerah maupun masyarakat,” bebernya.
Melalui penataan parkir yang lebih tertib, transparan, dan terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap sektor pariwisata tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi sumber retribusi daerah yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan destinasi wisata.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
