Sukabuminow.com || Di tengah launching Parkir Wisata Someah yang digagas Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di Pantai Istana Presiden, Citepus, Palabuhanratu, Senin (3/8/26), satu sosok mengundang perhatian. Bukan artis, bukan atlet, melainkan seorang penjual cilok keliling yang memiliki wajah disebut-sebut sangat mirip dengan megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi.
Pria itu adalah Ece Andi (46 th), warga Kampung Riung Tutut, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu. Selama enam tahun terakhir, ia menjajakan cilok racikannya sendiri di kawasan wisata pantai dengan harga yang tetap terjangkau, yakni Rp1.000 per butir.
Namun, bukan hanya cita rasa ciloknya yang membuat banyak orang berhenti. Wajahnya yang dinilai menyerupai kapten Tim Nasional Argentina itu menjadikannya memiliki julukan baru, yakni Bang Messi.
Julukan tersebut mulai melekat sekitar tiga tahun terakhir. Sejak saat itu, wisatawan hingga pelajar lebih mengenalnya sebagai Bang Messi daripada nama aslinya.
“Sering kalau anak sekolah atau pengunjung bilang, ‘cilok Bang Messi’. Banyak juga yang merekam video,” kata Ece sambil tersenyum saat ditemui di kawasan Pantai Istana Presiden, Senin (3/8/26).
Alih-alih merasa terganggu, Ece justru menikmati julukan tersebut. Ia mengaku senang karena wajahnya dianggap memiliki kemiripan dengan salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
“Senang saja. Enggak risih,” ujarnya singkat.
Keberuntungan juga menghampiri Bang Messi. Di tengah aktivitasnya berjualan, ia berkesempatan bertemu langsung dengan Wakil Bupati Sukabumi Andreas.
Pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya. Sosok yang selama ini dikenal wisatawan karena wajahnya mirip Lionel Messi kini mendapat perhatian dari orang nomor dua di Kabupaten Sukabumi.
Momen itu semakin memperkuat popularitas Bang Messi sebagai salah satu wajah unik yang ikut mewarnai denyut kehidupan kawasan wisata Palabuhanratu.
Tanpa harus menjadi selebritas, Bang Messi berhasil menghadirkan cerita sederhana yang menarik perhatian banyak orang.
Setiap pagi, perjalanan Bang Messi dimulai dari rumahnya di Desa Tonjong. Ia harus menaiki angkutan umum sebanyak dua kali sebelum akhirnya berjalan kaki menyusuri kawasan Pantai Karanghawu hingga Pantai Istana Presiden.
Rutinitas itu telah dijalani bertahun-tahun tanpa mengenal lelah.
Seluruh cilok yang dijual dibuat sendiri di rumah. Jika seluruh dagangan habis terjual, omzet hariannya dapat mencapai sekitar Rp250 ribu.
“Kalau habis paling sekitar Rp250 ribu. Biasanya dari pagi sampai sore sekitar Rp200 ribuan,” tuturnya.
Pendapatan tersebut menjadi sumber utama untuk menghidupi keluarganya. Ece diketahui memiliki dua orang anak. Anak sulungnya kini duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
Sebagian besar penghasilan keluarga diperoleh dari hasil berjualan cilok. Karena itu, usaha kecil tersebut terus dipertahankan sebagai penopang ekonomi rumah tangga.
Fenomena Bang Messi membuktikan bahwa daya tarik wisata tidak selalu lahir dari panorama alam semata. Kehadiran sosok-sosok unik dengan kisah inspiratif mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Banyak pengunjung yang sengaja menyapa, berfoto, bahkan mengabadikan momen bersama Bang Messi ketika menikmati suasana Pantai Karanghawu maupun Pantai Istana Presiden.
Kesederhanaan, keramahan, dan semangatnya mencari nafkah membuat Bang Messi tidak hanya dikenal sebagai penjual cilok. Ia telah menjadi bagian dari cerita yang memperkaya wajah pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Di balik kemiripannya dengan Lionel Messi, tersimpan kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan keberuntungan yang datang kepada mereka yang tidak pernah berhenti berjuang. Dengan bertemu Wakil Bupati Sukabumi Andreas, perjalanan Bang Messi menjadi cerita baru yang semakin memperkuat daya tarik lokal di salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Barat.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
