Ubah Sampah Jadi Rupiah, Karya Insani Suplai Campuran Bahan Bakar ke PLTU Palabuhanratu
Sukabuminow.com || Di tangan yang kreatif, sampah pun dapat menjadi manfaat. Hal itu yang ditunjukkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Kelompok Karya Insani, yang memanfaatkan tumpukan sampah kayu di Pantai Talanca, yang menjadi langganan ketika air pasang.
Direktur BUMDes Karya Insani, Bayu Nugraha mengatakan, sampah kayu yang berserakan tersebut akan diolah menjadi serbuk untuk dijadikan campuran batu bara sebagai bahan bakar untuk operasional PLTU Jawa Barat 2 Palabuhanratu.
“Kami difasilitasi shelter cofiring oleh PT. Indonesia Power yang membina kami. Serbuk yang kita hasilkan dikirim ke PLTU dan nantinya dicampur dengan batu bara untuk bahan bakar PLTU,” tutur Sabay -sapaan Bayu Nugraha-, Minggu (2/10/22).
Sementara itu terkait harga, Sabay menjelaskan, kadar air ikut menentukan serbuk yang biasa disebut soudas itu. Jika kadar airdi bawah 40 persen, harganya mencapai 270 ribu rupiah. Sedangkan untuk kadar air di bawah 20 persen, harga dapat mencapai 400 ribu rupiah per tonase.
“Bahkan kalau yang kering bisa sampai 500 ribu rupiah per ton. Serbuk yang kami hasilkan juga masuk ke beberapa perusahaan yang swasta di Sukabumi,” bener Sabay.

Lebih jauh, Sabay menuturkan, cofiring merupakan program energi baru terbarukan. Serbuk tersebut dapat memangkas penggunaan batu bara di PLTU Jawa Barat 2 Palabuhanratu.
“Penggunaan batu bara yang awalnya 100 persen dipangkas 10 persen dan diganti dengan serbuk tersebut. Pembakarannya dipercaya dapat mengurangi polusi udara,” jelasnya.
Saat ini, kata Bayu, PLTU Jawa Barat 2 Palabuhanratu membutuhkan 150 ton serbuk atau soudas itu setiap harinya. Meski kemampuan produksi BUMDes Karya Insani belum mampu banyak, namun Bayu yakin hal itu hanya masalah waktu.
“Kami masih ada keterbatasan mesin pencacah. Alhamdulillah pola kerja sama dengan PLTU luar biasa. Kami diberikan prioritas oleh untuk mengirim soudas ini sebanyak mungkin serta bisa memberdayakan masyarakat di sekitar Pantai Loji, Kecamatan Simpenan,” ungkapnya.
“Harapan kami ke depan, serbuk yang dihasilkan tak hanya digunakan oleh PLTU sebagai bahan campuran batu bara, namun juga oleh industri lain di Kabupaten Sukabumi. Selain dapat memangkas biaya operasional, juga dapat memangkas polusi,” tandasnya. (Edo)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




