Reporter : Ceppy ST
Sukabuminow.com || Mak Entin (51 th), warga Kampung Dangdeur RT 27/08, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang nyaris roboh akibat keterbatasan ekonomi. Di rumah berbilik bambu tersebut, janda paruh baya itu tinggal bersama anak dan cucunya.
Kondisi miris dirasakan saat turun hujan. Bocor di setiap sudut rumah menjadi pemandangan biasa. Belum lagi kondisi kamar mandi yang dindingnya telah ambruk.
“Kondisi rumah umi sudah belasan tahun seperti ini. Sudah tidak aneh lagi setiap kali turun hujan deras apalagi dibarengi angin kencang. Lampu listrik juga baru empat bulan ini terpasang, itupun ngambil dari Kwh tetangga sebelah dengan iuran seikhlasnya. Sebelumnya, pakai lampu minyak atau lilin,” kata Mak Entin, Jumat (26/3/21).
Umi Entin mengaku, belum pernah tersentuh program bantuan Rutilahu, baik dari pemerintah desa, maupun pemerintah daerah, apalagi program dari Pemprov Jabar.
“Pernah minta diajukan tapi dijawab ‘umi mah masih keneh tiasa usaha’ (umi masih bisa kerja). Padahal umi tidak mampu untuk memperbaiki kondisi kerusakan rumah, cuma bisa berdoa dan tawakal dengan kondisi rumah yang seperti ini. Untuk makan sehari-hari pun, menunggu panggilan tetangga untuk mencuci pakaian dengan upah Rp 20 sampai 50 ribu. Itupun kalo ada,” ujarnya.
“Tapi alhamdulillah masih ada bantuan dari PKH Rp 350 ribu. Tapi sekarang sudah dua bulan belum ada pencairan. Sekarang dikolektifkan untuk pencairanya, kalo dulu dikantor pos dan harus mengantri. Meski tidak sama nominalnya dengan penerima PKH yang lain, umi tetap bersyukur,” bebernya.
Umi Entin berharap, ada uluran tangan dari penggerak sosial maupun pemerintah desa untuk bisa menoleh kondisi sebenarnya, serta membantu memperbaiki rumahnya yang sudah pada keropos.
“Umi hanya bisa berharap dan berdoa saja, semoga ada hamba Allah maupun dari pihak pemerintah yang membantu perbaiki rumah ini. Agar ketika hujan tidak lagi bocor dimana-mana,” tandasnya.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
