Kabupaten Sukabumi

Tersesat Saat Jajan, Bocah Asal Jakarta Ditemukan Polisi Sukabumi

Sukabuminow.com || Tangis Wildan, bocah lima tahun asal Jakarta, akhirnya terhenti di pelukan keluarganya setelah sempat tersesat di Kampung Badak Putih, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (4/4/25).

Kejadian bermula saat Bripka Diki Ruslani, anggota Satreskrim Polres Sukabumi yang tengah bertugas piket, menerima laporan dari warga tentang seorang anak yang tampak linglung dan menangis terus-menerus mencari orang tuanya.

“Informasi datang dari warga Kampung Badak Putih. Kami segera menuju lokasi dan menemukan seorang anak yang kebingungan, terus menangis, dan tak mampu menjelaskan ke mana arah pulang,” tutur Diki saat dikonfirmasi.

Tanpa membuang waktu, Diki membawa bocah tersebut ke Pos Pengamanan dan kemudian ke Mapolres Sukabumi untuk proses pencarian identitas lebih lanjut. Namun, tangis Wildan tak kunjung reda, membuat proses penggalian informasi menjadi sangat sulit.

“Anaknya terus menangis. Awalnya kami menduga dia terpisah dari keluarganya di lokasi wisata. Setelah dibawa ke kantor dan mulai tenang, barulah kami dapatkan keterangan bahwa namanya Wildan, atau biasa dipanggil Wiwil. Ia berasal dari Jakarta dan tengah berlibur ke rumah saudaranya di sini (Kampung Badak Putih). Ternyata, ia hanya keluar untuk jajan dan lupa jalan pulang,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Perwira Penjagaan Dan Pengaturan (Gatur) Pos Pengamanan Gunung Butak Palabuhanratu, Ipda Ahmad Prio Gunawan, membenarkan bahwa anak tersebut ditemukan dalam kondisi kebingungan oleh anggota Reskrim.

“Anak itu ditemukan di sekitar Pos Simpang Gunung Butak. Kami langsung evakuasi dan bawa ke Mako. Alhamdulillah, berkat kesigapan petugas, anak itu akhirnya bisa dipertemukan kembali dengan keluarganya,” ujarnya.

Prio juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih waspada, terutama saat berada di tempat umum atau lokasi wisata yang ramai.

“Jangan sampai momen liburan berubah jadi petaka. Awasi selalu anak-anak kita, karena satu detik lengah bisa berakibat fatal,” pungkasnya. (Edo)

Redaktur : Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page