Sukabuminow.com || Suasana haru menyelimuti Kampung Cimantaja, Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Keluarga besar menyambut kepulangan almarhum Heri Wibawa, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang wafat di Pohang, Korea Selatan, setelah berjuang melawan penyakit meningitis.
Jenazah Heri tiba di rumah duka pada Minggu (7/9/25) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Kehadiran peti jenazah disambut tangis keluarga, kerabat, dan warga yang telah menunggu sejak malam. Tangisan pecah ketika peti jenazah dibawa masuk ke ruang keluarga. Halaman rumah pun dipadati warga yang ikut berbela sungkawa.
Berita Terkait :
Sebuah karangan bunga dari Keluarga Besar Masjid Al-Kautsar Gyeongju, Korea Selatan, berdiri di sisi jalan. Karangan bunga itu menjadi simbol doa dan duka mendalam dari rekan-rekan almarhum semasa bekerja di perantauan.
Agung, keponakan almarhum, menceritakan momen penuh haru tersebut. “Almarhum tiba sekitar pukul 02.15 WIB. Yang menyambut bukan hanya keluarga dan warga setempat, tetapi juga hadir Kapolsek untuk pengamanan, Dinas Sosial, Disnaker Provinsi Jawa Barat, Disnaker Kabupaten Sukabumi, hingga Kepala Desa. Jenazah diantar langsung oleh pihak PMI,” tutur Agung, Senin (8/9/25).
Menurutnya, selain kehadiran sejumlah instansi, santunan pun mengalir sebagai bentuk perhatian dan empati.
“Perwakilan dari Disnaker Provinsi sekaligus mewakili Pak Gubernur hadir langsung dan memberikan santunan pribadi. Ada pula santunan lain dari Dinas Sosial dan PMI. Perwakilan Kecamatan Cikidang, camat, hingga utusan dari bupati juga hadir, meski ada yang tiba agak terlambat karena terjebak macet,” tambahnya.
Setelah disemayamkan semalam, jenazah Heri disalatkan pada Senin pagi di masjid dekat rumahnya. Prosesi pemakaman dilakukan di TPU Kampung Cibatu, Desa Sampora. Ratusan warga, keluarga, dan perwakilan instansi turut mengiringi kepergian almarhum ke peristirahatan terakhirnya.
Kepala Desa Cikiray, Ateng, yang ikut menjemput jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, menceritakan proses resmi penyerahan jenazah dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kepada keluarga.
“Kami tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Jenazah diterima secara resmi oleh keluarga, diwakili kakak almarhum, Andaryana, dengan penandatanganan berita acara serah terima,” jelasnya.
Rombongan kemudian membawa jenazah pulang ke Sukabumi dengan pendampingan Disnakertrans Provinsi Jawa Barat. “Sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah langsung diberangkatkan ke rumah duka bersama rombongan,” sambung Ateng.
Heri Wibawa merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ia meninggal dunia pada 3 September 2025, setelah menjalani perawatan intensif selama tiga minggu di sebuah rumah sakit di Pohang, Korea Selatan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak pihak yang turut mengawal proses pemulangan hingga prosesi pemakamannya. Heri dikenang sebagai sosok pekerja keras yang berjuang demi masa depan keluarga.
Reporter: Edo
Editor: Mulya H
