Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah penyumbang pangan terbesar di Jawa Barat. Tak heran, mengingat Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah terluas kedua di Jawa dan Bali setelah Banyuwangi.

Aneka hasil pangan asal Kabupaten Sukabumi kerap menghiasi pasar Jawa Barat hingga nasional. Selain padi, tanaman pangan Kabupaten Sukabumi yang bisa diandalkan yakni kedelai.
Bahan pangan sumber protein yang terbilang murah itu menjadi sorotan nasional akhir-akhir ini. Dimana ketersediaannya menjadi salah satu penyebab inflasi belakangan ini.
“Atas dasar itu kami berkomitmen untuk mendukung capaian target pemerintah pusat dalam pengembangan kawasan kedelai dengan selalu membuat sasaran tanam setiap tahun,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, melalui Kepala Bidang Sarana Pertanian, Deni Ruslan, dalam Rapat Sosialisasi Pengembangan Kawasan Kedelai Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2023 di Aula Dinas Pertanian, Kamis (2/3/23).
Tahun 2022, kata Deni, realisasi tanam kedelai di Kabupaten Sukabumi mencapai luas 5.135 hektar dengan estimasi produksi sebesar 6.788 ton. Sementara tahun 2023 ini, tanam kedelai di Kabupaten Sukabumi ditargetkan seluas 10.000 hektare.
“Luasnya meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” terang Deni.
Ia menegaskan, pihaknya selalu berusaha merealisasikan target tersebut meski kendala kerap merintangi. Hingga Maret 2023, lanjut Deni, pihaknya telah merealisasikan 1.950 ha tanam. Sehingga estimasi hingga bulan Mei mencapai 7.820 hektare.
“Kedelai sangat dibutuhkan oleh masyarakat pengrajin olahan tahu, tempe, susu, dan sebagainya. Semoga dengan terus bertambahnya pertanaman kedelai bisa menekan inflasi, impor, dan tentu menyejahterakan petani kedelai,” tandasnya. (Ade Firmansyah)
Editor : Andra Permana
