Sukabuminow.com || Pagi di Jalan Pelabuhan II, Kota Sukabumi, Jawa Barat, biasanya bergerak cepat. Deru mesin bersahutan, pengendara berlomba dengan waktu, dan ruas jalan menjadi nadi penghubung aktivitas warga. Namun Selasa (20/1/26) pagi tadi, rutinitas mendadak terhenti.
Sebuah benturan keras memecah suasana sekitar pukul 07.20 WIB. Dalam hitungan detik, tiga sepeda motor terlibat kecelakaan beruntun di Kampung Tegalega, Kelurahan Lembursitu. Salah satunya terpental hingga masuk ke jalur berlawanan dan menjadi pemandangan yang membuat pengguna jalan spontan mengerem dan berhenti.
Peristiwa bermula dari sebuah sepeda motor yang melaju dari arah Cikembar menuju pusat Kota Sukabumi. Di tengah arus lalu lintas yang mulai padat, jarak aman diduga tak lagi terjaga. Tabrakan dari belakang pun terjadi, memicu rangkaian benturan yang tak terelakkan.
Benturan pertama membuat satu sepeda motor kehilangan kendali. Tubuh kendaraan terangkat, meluncur tak terarah, lalu menghantam motor lain yang datang dari arah berlawanan. Beberapa pengendara di sekitar lokasi hanya bisa terpaku, sementara warga bergegas mendekat untuk memberi pertolongan.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Andhika Pratistha, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut langsung ditangani oleh petugas di lapangan.
“Dari hasil penanganan awal, kecelakaan melibatkan tiga kendaraan roda dua. Dugaan sementara dipicu kurangnya kewaspadaan pengendara dan pengaturan kecepatan,” ujar Andhika.
Akibat kejadian itu, dua pengendara mengalami luka-luka. Satu korban mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat, sementara satu lainnya harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Adapun satu pengendara lain dilaporkan selamat tanpa luka serius, meski kendaraannya mengalami kerusakan.
Di antara mereka yang menyaksikan dampak kecelakaan adalah Asep Saepuloh (41 th), pengguna jalan yang melintas beberapa menit setelah kejadian.
“Pas lewat, jalannya sudah ramai orang. Ada motor di sisi jalur lawan arah, posisinya bikin kaget. Jalan ini memang sering padat pagi hari, jadi kalau tidak fokus bisa berbahaya,” ujarnya pelan.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan. Aktivitas jalan kembali normal, meski jejak kejadian masih tersisa di ingatan para saksi.
Andhika mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi pada jam sibuk, saat pengendara berpacu dengan waktu.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, menjaga jarak aman, serta mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
