Sukabuminow.com || Harapan keluarga Guntur Nur Sejati (9 th), bocah asal Kampung Cijagung, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pupus sudah. Setelah dua hari pencarian intensif, jenazah Guntur ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu (16/4/25) sore.
Guntur sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (14/4/25), usai terseret arus deras Sungai Leuwi Curug saat bermain dan berenang bersama empat temannya sepulang mengaji. Sungai itu saat kejadian tengah meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Bantargadung.
Tim pencari gabungan yang terdiri dari Basarnas, relawan, aparat desa, dan warga, tanpa lelah menyisir aliran sungai sejauh beberapa kilometer selama dua hari penuh. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil setelah jasad Guntur ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB dalam kondisi tersangkut di bebatuan pinggir sungai, berjarak sekitar 6 kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, posisi tubuhnya miring dan tersangkut bebatuan,” ujar Ramli Prasetio, Humas Basarnas Jakarta dalam keterangan resminya.
Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian, mengingat medan yang cukup sulit dan arus sungai yang masih cukup deras. Jenazah Guntur langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Cijagung untuk dilakukan identifikasi oleh pihak keluarga.
“Tim tiba di rumah duka sekitar pukul 19.30 WIB. Keluarga memastikan bahwa korban yang ditemukan memang benar Guntur Nur Sejati,” tambah Ramli.
Kabar duka ini mengguncang warga setempat. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat jasad Guntur tiba. Tangis keluarga pecah, menyambut kepergian putra kecil mereka yang dikenal periang dan rajin mengaji.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya bermain di aliran sungai, terlebih saat kondisi air meluap. Warga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di musim hujan saat potensi bencana hidrometeorologi meningkat.
Pemerintah desa dan relawan setempat pun mengungkapkan rasa duka yang mendalam. Sementara itu, tokoh masyarakat dan para tetangga terus berdatangan untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga Guntur. (Edo)
Redaktur : Andra Permana
