Perangi Pernikahan Dini, DPPKB Sukabumi Gandeng Saka Kencana
Sukabuminow.com || Isu pernikahan dini masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama di wilayah pedesaan seperti Kabupaten Sukabumi. Guna menekan angka pernikahan usia anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah strategis melalui kegiatan Desiminasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) bagi anggota Saka Kencana, Rabu (16/4/25), di Gedung KPDA Sukabumi.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan bahwa pendewasaan usia perkawinan bukan sekadar wacana, melainkan bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda yang lebih terencana dan berkualitas.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan keluarga dan menyiapkan generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Ini adalah bagian dari misi besar menuju Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan penuh keberkahan,” ujar Uus dalam sambutannya.
Menurutnya, Saka Kencana sebagai bagian dari Gerakan Pramuka memiliki peran vital dalam menyebarkan nilai-nilai pendewasaan usia perkawinan kepada kalangan remaja. Melalui edukasi yang berkelanjutan, para anggota Saka Kencana diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya tentang pentingnya menunda usia perkawinan demi kesehatan, pendidikan, dan kesiapan ekonomi.
“Mereka adalah kader pembangunan yang akan memperkuat program Bangga Kencana. Tidak hanya aktif di lapangan, mereka juga harus paham secara substansial tentang pentingnya keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang kokoh,” tegasnya.
Data menunjukkan bahwa pernikahan usia anak kerap berdampak pada tingginya angka putus sekolah, meningkatnya risiko kesehatan ibu dan anak, serta rentannya kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pendekatan melalui kelompok usia muda seperti Pramuka dinilai sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan berwawasan keluarga.
Kegiatan desiminasi ini, lanjut Uus, tak sekadar seremonial. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara DPPKB dengan para mitra strategis seperti sekolah, perguruan tinggi, hingga organisasi kepemudaan, guna memperluas jangkauan edukasi PUP.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya paham akan pentingnya perencanaan keluarga, tapi juga mampu berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari pernikahan dini,” tambahnya.
DPPKB Kabupaten Sukabumi berkomitmen terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan kader, agar pelaksanaan program Bangga Kencana bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Termasuk di dalamnya, meningkatkan kualitas narasumber dan pelatih agar lebih relevan dengan dinamika remaja saat ini.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menghasilkan rekomendasi konstruktif dan aplikatif untuk mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Terutama dalam mencegah pernikahan usia anak yang masih tinggi di beberapa wilayah,” pungkasnya. (Andry Hidayat)
Redaktur : Andra Permana




