Kabupaten Sukabumi Masuk Tiga Besar Daerah Terbaik Penanganan Anak Tidak Sekolah di Jabar
Sukabuminow.com || Upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam memperluas akses pendidikan kembali menuai pengakuan nasional. Melalui sinergi lintas sektor, Kabupaten Sukabumi resmi menerima penghargaan dari BPMP Jawa Barat sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), dengan capaian lebih dari 35 ribu anak berhasil dikembalikan ke layanan pendidikan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Agenda Konsolidasi Daerah, yang menjadi forum strategis konsolidasi kebijakan pendidikan antar pemerintah daerah se-Jawa Barat. Dalam agenda itu, Kabupaten Sukabumi sejajar dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung sebagai tiga daerah paling konsisten menekan angka ATS.
Dari Lokal, Dampaknya Nasional
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Deden Sumpena, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa intervensi berbasis data, kolaborasi dengan sekolah, desa, hingga lembaga sosial, mampu mengembalikan hak pendidikan anak. Ini bukan sekadar angka, tapi tentang masa depan generasi Sukabumi,” ujar Herdi, Sabtu (14/2/26).
Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan meliputi pendataan aktif ATS berbasis by name by address, pendampingan keluarga, integrasi dengan PKBM, hingga penguatan jalur pendidikan nonformal dan kesetaraan.
Model Intervensi Berkelanjutan
Menurut Herdi, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen pimpinan daerah yang menjadikan isu ATS sebagai indikator kinerja prioritas. Program penanganan ATS di Sukabumi tidak bersifat temporer, melainkan dirancang berkelanjutan melalui:
Integrasi data Dapodik dan Dukcapil
Kolaborasi dengan pemerintah desa dan kecamatan
Penyediaan jalur pendidikan fleksibel bagi anak rentan
Pendekatan persuasif terhadap keluarga kurang mampu
“Kami tidak hanya mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi memastikan mereka bertahan dan menyelesaikan pendidikannya,” tambah Herdi.
Apresiasi BPMP Jabar
BPMP Jawa Barat dalam keterangannya menyebut Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu contoh praktik baik penanganan ATS di tingkat kabupaten. Konsistensi kebijakan, inovasi layanan, serta keberlanjutan program dinilai layak menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Penghargaan ini sekaligus menempatkan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu motor penggerak transformasi pendidikan di Jawa Barat, terutama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Tantangan Masih Ada
Meski demikian, Herdi mengakui tantangan ke depan masih besar, terutama pada wilayah dengan akses geografis sulit dan faktor sosial ekonomi keluarga.
“Masih ada pekerjaan rumah, terutama di daerah terpencil. Namun dengan dukungan semua pihak, kami optimistis angka ATS bisa terus ditekan,” tegasnya.
Menuju SDM Unggul
Capaian ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi urusan sekolah, tetapi menjadi agenda strategis pembangunan daerah. Sukabumi kini tidak hanya berbicara pada level lokal, tetapi telah menjadi referensi nasional dalam penanganan anak putus sekolah.
Dengan lebih dari 35 ribu anak kembali ke jalur pendidikan, Sukabumi membuktikan bahwa investasi terbesar daerah bukan pada infrastruktur semata, melainkan pada manusia yang terdidik, berdaya saing, dan berkarakter.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




