Nyaris Masuk Jurang, Sopir Truk di Sukabumi Selamat dari Kecelakaan Tunggal
Sukabuminow.com || Suasana subuh di Kampung Cigangsa, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah mencekam. Suara dentuman keras membelah kesunyian, membuat warga berhamburan keluar rumah. Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan granit terguling di tanjakan ekstrem Jalan Raya Palabuhanratu–Cibadak, Sabtu (14/2/26) sekitar pukul 05.00 WIB.
Di balik kemudi, Andi (45 th), sopir asal Bekasi, masih menggenggam setir dengan tubuh gemetar. Ia baru saja selamat dari peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya. Bersama seorang penumpang, Abdul Rohmat (35 th), Andi mengangkut sekitar delapan ton granit menuju wilayah Buniwangi.
“Awalnya truk masih kuat, tapi begitu masuk tanjakan dan tikungan, tiba-tiba kehilangan tenaga. Mesin seperti mati, lalu mundur pelan-pelan,” tutur Andi kepada warga sesaat setelah dievakuasi.
Beberapa detik kemudian, truk tak lagi terkendali. Mundur semakin cepat, lalu terguling dengan posisi roda di atas. Di sisi kiri jalan terdapat tebing, sementara di kanan terbentang jurang yang cukup dalam. Sedikit saja melenceng, truk bisa saja terjun bebas.
Kanit Gakkum Polres Sukabumi, Wangsit Edi Wibowo, menjelaskan kecelakaan terjadi akibat kendaraan tidak mampu menahan beban saat melintasi tanjakan.
“Truk diduga tidak kuat menanjak, kehilangan tenaga, kemudian mundur dan terguling. Kondisi jalan kering dan cuaca cerah,” jelasnya.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, insiden ini kembali membuka mata publik tentang betapa rawannya jalur Palabuhanratu–Cibadak, khususnya bagi kendaraan bermuatan berat. Jalur ini dikenal sebagai salah satu akses vital penghubung wilayah pesisir selatan Sukabumi dengan kawasan tengah, sekaligus menjadi urat nadi distribusi logistik.
Bagi Andi, kecelakaan ini menjadi pengalaman paling menegangkan sepanjang 20 tahun menjadi sopir.
“Saya cuma bisa pasrah. Yang penting sekarang masih hidup,” ucapnya lirih.
Kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp10 juta. Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi kendaraan, serta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, tetapi potret nyata risiko pekerja sektor transportasi yang setiap hari berjibaku dengan medan ekstrem demi menjaga rantai pasok nasional. Jalur Palabuhanratu–Cibadak menjadi saksi betapa keselamatan sopir masih sangat bergantung pada kondisi infrastruktur dan manajemen beban kendaraan.
Kasus Andi menunjukkan bahwa di balik distribusi bahan bangunan, pangan, dan logistik nasional, terdapat nyawa yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan di jalan.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




