Transformasi Penyuluh KB Jadi Garda Depan Pembangunan Keluarga di Sukabumi
Sukabuminow.com || Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong transformasi besar peran penyuluh keluarga berencana (KB) sebagai aktor kunci berbasis data di lapangan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan angka stunting dan membangun keluarga berkualitas di daerah yang kini tidak lagi bisa mengandalkan pendekatan konvensional.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari tingginya risiko stunting, rendahnya literasi kesehatan reproduksi, hingga perubahan pola asuh di era digital.
“Penyuluh KB tidak bisa lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi. Mereka harus menjadi analis lapangan, penggerak perubahan, sekaligus mitra strategis pemerintah yang bekerja berbasis data mikro,” tegasnya dalam Rakercab IPeKB Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/4/26).
Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Dengan data yang akurat dan real-time, intervensi terhadap keluarga berisiko stunting maupun kelompok rentan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas penyuluh juga menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan tersebut. Adaptasi terhadap teknologi digital, termasuk dalam sistem pendataan dan pelaporan, dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat akar rumput.
Tidak hanya itu, inovasi program di tingkat wilayah binaan juga menjadi tuntutan baru. Penyuluh didorong untuk mengembangkan berbagai pendekatan kreatif, mulai dari optimalisasi Kampung KB hingga penguatan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), sebagai solusi konkret berbasis kebutuhan masyarakat.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, inovasi lokal menjadi kunci. Penyuluh harus mampu membaca kondisi wilayahnya dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujarnya.
Lebih jauh, Eka menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Sukabumi yang maju dan berdaya saing.
Dalam konteks ini, keluarga diposisikan sebagai pusat pembangunan. Ketahanan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pola pengasuhan anak menjadi indikator penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan.
“Kalau keluarga kuat, maka daerah juga akan kuat. Dari sanalah lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” kata Eka.
Dengan pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis data, DPPKB Kabupaten Sukabumi optimistis mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas dan berdaya di tengah dinamika zaman.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




