Sukabuminow.com || Pembangunan Jembatan Garuda di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi titik balik percepatan konektivitas desa yang selama ini terkendala akses. Program yang digagas pemerintah pusat ini mulai dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, terutama di wilayah terpencil seperti Kecamatan Lengkong dan Cimanggu.
Di Kampung Cimanggu Girang, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, jembatan yang telah rampung dibangun kini menjadi jalur vital penghubung antarwilayah. Sementara di Kampung Cinagrog, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, pembangunan baru mulai berjalan untuk menjawab kebutuhan serupa.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan strategi utama dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Infrastruktur adalah prioritas karena menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses yang baik akan membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar,” ujarnya, Kamis (9/4/26).
Kehadiran Jembatan Garuda membawa perubahan signifikan bagi mobilitas warga. Jalur yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih cepat dan aman, terutama bagi pelajar dan petani yang bergantung pada akses harian.
Adit, seorang pelajar asal Kecamatan Lengkong, mengaku kini lebih mudah menjangkau sekolah. Waktu tempuh yang sebelumnya panjang dan berisiko kini dapat dipangkas secara signifikan.
“Sekarang jadi lebih cepat dan aman ke sekolah. Saya jadi lebih semangat belajar,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan warga Desa Sukamaju. Miftah, salah satu warga, menyebut pembangunan jembatan sebagai jawaban atas kebutuhan lama masyarakat.
“Jembatan ini sudah lama dinantikan. Akses antar desa akan jauh lebih mudah, terutama untuk aktivitas ekonomi warga,” katanya.
Pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga menjawab persoalan strategis yang selama ini dihadapi wilayah pedesaan, yakni keterisolasian dan ketimpangan pembangunan.
Keterbatasan akses selama ini menjadi penghambat distribusi hasil pertanian, layanan pendidikan, hingga kesehatan. Dengan terbukanya jalur penghubung, potensi ekonomi lokal diperkirakan akan tumbuh lebih cepat.
Komandan Korem 061/Surya Kencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi bukti bahwa pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau,” tegasnya.
Meski pembangunan berjalan cepat (rata-rata rampung dalam waktu sekitar 45 hari) tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan fungsi jembatan.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda di Sukabumi diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi pertumbuhan wilayah yang berkelanjutan.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
