AdvertorialKabupaten SukabumiKesehatanParlemen

Soal Fatwa MUI Terkait Covid-19, Ini Kata Politisi PKS Kabupaten Sukabumi

Reporter : Edo

Sukabuminow.com || Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait mengganti salat Jumat dengan salat Dzuhur di rumah masing-masing. Hal itu terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Fatwa tersebut mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS, M Sodikin.

Kepada Sukabuminow.com melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/20), Sodikin mengatakan, fatwan MUI itu merupakan tindakan preventif untuk mencegah penularan Covid-19. Kendati begitu, fatwa tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi lingkungan terkini dari masing-masing.

“Itu bukti bahwa MUI sangat mencintai umat. MUI merupakan kumpulan ulama dengan keilmuan dan kesalihannya, tentu mengeluarkan fatwa sesuai kaidah dan keilmuan syariatnya,” tutur Sodikin.

Ia menegaskan, fatwa yang dirilis MUI untuk menyelamatkan dan kemaslahatan umat. Meski pada kenyataannya, respon dari berbagai kalangan di lapangan berbeda. Sebab berbeda pula kondisi lingkungannya.

“Ada yang kondisi lingkungannya sudah darurat ada juga yang belum. Dan kembali lagi, fatwa itu dijalankan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Yang jelas, fatwa itu untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Koordinator Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi itu juga mengajak masyarakat untuk berikhtiar mencegah penyebaran Covid-19. Selain fatwa MUI tersebut, ikhtiar lain yang diajak Sodikin adalah menjalankan sosial distancing.

“Kondisi dunia saat ini darurat. Bahkan, Arab Saudi saja sudah mengeluarkan fatwa untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mari kita semua ikut berikhtiar untuk mencegah penyebaran virus asal China ini,” tandasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close