Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi kembali memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan wilayah pesisir melalui kolaborasi dengan Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung. Pertemuan antara Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bandung, Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, Sabtu (15/11/25), menjadi titik penting dalam penguatan strategi penanganan bencana dan pengelolaan lingkungan di kawasan rawan.
Dalam pertemuan tersebut, Erfan menyoroti pentingnya kehadiran TNI AL dalam mendukung stabilitas dan keselamatan masyarakat pesisir. Ia menegaskan bahwa wilayah kerja Lanal Bandung, termasuk Sukabumi, memiliki tantangan besar: ancaman bencana alam, tekanan lingkungan, serta rendahnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap perubahan cuaca ekstrem.
“Saya ingin memastikan bahwa TNI AL tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Program sosial yang kami rancang adalah bagian dari strategi ketahanan pesisir,” ujarnya.
Fokus Strategis: Pemulihan dan Mitigasi Berkelanjutan
Agenda yang dibahas tidak sebatas kegiatan sosial, tetapi dirancang sebagai intervensi strategis untuk mengurangi risiko bencana dan menata ulang kawasan pesisir yang terdampak. Program yang direncanakan meliputi:
- Bersih-bersih pantai di Kecamatan Cisolok sebagai upaya perbaikan ekosistem pesisir.
- Pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di zona rawan gelombang tinggi.
- Pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara prajurit TNI dan komunitas lokal agar tercipta budaya gotong royong menjaga lingkungan.
Erfan menekankan bahwa pembersihan pantai bukan lagi sekadar kerja bakti rutin, tetapi sebuah gerakan pemulihan ekosistem. Dani, sampah dan sedimentasi yang menumpuk terbukti memperburuk dampak bencana di sejumlah titik pesisir Sukabumi.
“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci. Ketahanan pesisir tidak bisa dibangun oleh satu pihak. TNI hadir untuk memperkuat kapasitas publik,” ungkapnya.
Bupati Sukabumi: Penguatan Tata Kelola Pesisir adalah Prioritas
Menanggapi program tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengintegrasikan program TNI AL ke dalam kebijakan regional. Ia memandang kolaborasi ini sebagai peluang memperkuat tata kelola pesisir, terutama di wilayah yang rentan tsunami dan abrasi.
“Kami akan mengoordinasikan perangkat daerah terkait agar kegiatan ini menghasilkan dampak nyata. Sinergi ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan warga,” jelasnya.
Asjap juga menggarisbawahi dorongan Pemkab Sukabumi dalam membangun mitigasi berbasis masyarakat, sebuah pendekatan yang kini semakin relevan mengingat intensitas bencana yang terus meningkat.
“Kami selalu bersinergi dengan semua unsur Forkopimda, termasuk TNI AL. Tantangan lingkungan saat ini menuntut kerja bersama yang lebih taktis dan terarah,” tambahnya.
Arah Baru: Kolaborasi sebagai Pilar Ketahanan Daerah
Kolaborasi antara TNI AL dan Pemkab Sukabumi ini tidak hanya untuk menjawab persoalan jangka pendek, tetapi menjadi model penguatan ketahanan daerah. Pengelolaan sampah pesisir, edukasi publik terkait keselamatan laut, dan pemulihan ekosistem akan menjadi bagian dari roadmap yang diperkuat secara bertahap.
Program strategis ini juga diharapkan mendorong keterlibatan sektor lain, termasuk kelompok nelayan, pemerhati lingkungan, serta lembaga pendidikan. Dengan ekosistem kolaboratif yang terbangun, wilayah pesisir Sukabumi diharapkan mampu menghadapi ancaman bencana dengan lebih adaptif.
Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana
