Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menggelar Gebyar Sipenyu (Gerakan Bayar dan Sadar Retribusi dan Pajak Edisi Nyabet Untung) sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah.
Kegiatan yang digelar di GOR Palabuhanratu, Selasa (8/9/26) tersebut memasuki pelaksanaan ketiga dan menjadi momen tepat untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pajak daerah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak dan retribusi.
Menurutnya, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) tidak terlepas dari kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya.
“Gebyar Sipenyu menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat yang telah taat membayar pajak dan retribusi,” kata Asjap.
Gebyar Sipenyu tidak hanya dikemas sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikannya sebagai ruang untuk memberikan penghargaan kepada wajib pajak maupun pemerintah desa yang dinilai memiliki kepatuhan dan kinerja baik dalam pembayaran pajak daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar pajak di tengah masyarakat.
“Pertumbuhan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu indikator yang menunjukkan semakin kuatnya kontribusi pajak dan retribusi daerah,” ujarnya.
PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp600 miliar, kata Bima -sapaan karib Herdy-, kini telah mendekati Rp900 miliar. Capaian tersebut menunjukkan adanya ruang fiskal yang semakin besar bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Atas dasar itu, peningkatan kepatuhan wajib pajak perlu terus dipertahankan,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama Gebyar Sipenyu adalah pemberian apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa.
Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak tujuh paket umrah diberikan sebagai bentuk penghargaan. Empat paket diperuntukkan bagi wajib pajak, sedangkan tiga lainnya diberikan kepada kepala desa.
“Penghargaan juga kami berikan kepada tujuh desa yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pembayaran pajak. Tentu saja ini menjadi strategi untuk memberikan motivasi sekaligus membangun kompetisi positif antardesa dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat,” terang Bima.
Bapenda mencatat, hingga pelaksanaan Gebyar Sipenyu ketiga, total penghargaan yang telah diberikan mencapai 27 paket umrah dan 27 penghargaan bagi desa.
“Apresiasi yang diberikan Pak Bupati ini diharapkan tidak berhenti sebagai hadiah, tetapi mampu mendorong kesadaran membayar pajak secara berkelanjutan,” ujar Bima.
Di sisi lain, Gebyar Sipenyu juga menjadi waktu yang tepat bagi Bapenda untuk memperkenalkan inovasi pelayanan perpajakan yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.
Pemanfaatan layanan digital melalui WhatsApp menjadi salah satu langkah untuk mempermudah komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.
“Konsep pelayanan yang semakin digital diharapkan dapat mengurangi hambatan masyarakat dalam memperoleh informasi maupun menyelesaikan kebutuhan administrasi perpajakan. Kami juga terus mengembangkan berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan data dan sistem informasi untuk memperkuat pengelolaan pendapatan daerah,” beber Bima.
Langkah tersebut, lanjut Bima, begitu penting karena peningkatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan penagihan.
“Pemerintah juga perlu memastikan data wajib pajak semakin akurat, pelayanan semakin mudah, serta masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kewajibannya,” tegasnya.
Bukan Sekadar Gebyar, tetapi Membangun Kesadaran
Bupati Asep Japar menilai keberhasilan pengelolaan pendapatan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya kembali dalam bentuk pembiayaan pembangunan, pelayanan publik, serta berbagai program yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Gebyar Sipenyu diharapkan mampu mengubah perspektif masyarakat terhadap pajak. Membayar pajak bukan semata-mata karena adanya kewajiban, tetapi menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” kata Asjap.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan utama Sipenyu, yakni Gerakan Sadar Membayar Pajak dan Retribusi Melalui Pelayanan Rakyat Terpadu.
Melalui Gebyar Sipenyu, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa peningkatan PAD berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Penghargaan kepada wajib pajak bukan menjadi tujuan akhir. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya budaya taat pajak yang semakin kuat di Kabupaten Sukabumi,” pungkas Asjap.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
