AdvertorialDPRD Kabupaten SukabumiKabupaten SukabumiPendidikan

SDN Simpang Sukabumi Butuh Perbaikan: DPRD dan Disdik Beri Tanggapan

Sukabuminow.com || Tahun ajaran baru 2025/2026 seharusnya menjadi momentum penuh semangat bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya dirasakan oleh murid-murid SDN Simpang di Kampung Simpang, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Bangunan sekolah yang rusak parah sejak lebih dari lima tahun lalu masih belum mendapat penanganan serius.

Dua ruang kelas di SDN Simpang dilaporkan ambruk, memaksa para siswa belajar dalam kondisi serba terbatas dan kurang layak. Kepala SDN Simpang, Mahmud Yunus, mengungkapkan bahwa sejak menjabat dua tahun lalu, kondisi bangunan sekolah tersebut memang sudah rusak parah.

“Ruang guru kami gunakan untuk ruang belajar karena kekurangan kelas. Satu bangku digunakan oleh tiga anak, jaraknya terlalu dekat dengan papan tulis, bahkan guru pun tidak bisa duduk,” jelas Mahmud, belum lama ini.

Kondisi tersebut juga dikeluhkan para pelajar. Nadia Ramadani, siswi kelas 2, mengaku tidak betah belajar karena ruangannya sempit dan sesak.

“Saya belajar di ruang kantor, rasanya enggak betah, enggak nyaman. Saya ingin sekolah saya dibangun kembali biar nyaman belajarnya,” ucap Nadia dengan penuh harap, bahkan sempat menyebut nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar turut membantu.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Fery Supriadi, menyatakan bahwa kondisi infrastruktur pendidikan seperti yang terjadi di SDN Simpang bukanlah kasus tunggal. Menurutnya, banyak sekolah lain yang juga memerlukan perhatian dan penanganan segera.

“Kondisi infrastruktur pendidikan kita memang banyak yang memprihatinkan. Itu sudah kami sampaikan dalam rapat gabungan antara komisi dengan TAPD dan badan anggaran,” ujar Fery usai Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (21/7/25).

Fery menekankan bahwa perbaikan sekolah-sekolah dapat dilakukan secara bertahap, asalkan memenuhi standar kelayakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ia juga mengakui bahwa meski Komisi IV baru berjalan secara objektif selama tujuh bulan terakhir, kasus seperti SDN Simpang harus menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

“Ini mungkin karena kurangnya kontrol, pengawasan, atau keterbatasan anggaran. Tapi ini jadi auto kritik bagi kami agar ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, mengonfirmasi bahwa SDN Simpang akan diusulkan masuk dalam skala prioritas pembangunan sekolah.

“In Syaa Allah akan kami usulkan sebagai prioritas. Jika ada anggaran perubahan, bisa dikerjakan tahun ini. Tapi kalau belum tersedia, maka akan dimasukkan ke anggaran tahun 2026,” ujar Eka.

Dengan pernyataan dan komitmen dari berbagai pihak, harapan baru mulai tumbuh bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar SDN Simpang. Mereka berharap, janji perbaikan tidak hanya menjadi wacana, melainkan terealisasi demi masa depan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page