Kabupaten Sukabumi

Polemik Dermaga Cisolok Masih Berlanjut

Sukabuminow.com || Terealisasinya pembangunan dermaga, masih menjadi harapan besar warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal itu kembali terlontar dalam peringatan Hari Syukuran Nelayan Cisolok Ke-27, Rabu (10/7/24).

“Karena dermaga itu sangat penting untuk menunjang kehidupan masyarakat nelayan. Karena kalau dermaga pelabuhannya itu bagus, maka ekonomi di daratnya akan bagus. Ini yang jadi masalah, makanya mohon kepada pemerintah untuk cepat direalisasikan dermaga yang mangkrak pada saat ini,” tutur Kepala Desa Cikahuripan, Heri Suryana.

Midun -sapaan karibnya- menjelaskan, sebenarnya ada anggaran yang akan dikucurkan sebesar 50 miliar rupiah. Namun anggaran tersebut bukan untuk menuntaskan pembangunan, melainkan hanya untuk perbaikan dan melanjutkan. Anggaran tersebut dengan tegas ditolak.

“Karena anggaran ini untuk perbaikan dari kondisi yang ada, ini cuma perbaikan saja atau melanjutkan. Kalau perbaikan percuma karena tidak sampai selesai. Bahwa andai kata perbaikan ini akan terus seperti ini lagi, maka akan gagal gagal lagi,” jelasnya.

“Kecuali redesain, dirubah desainnya sehingga sampai selesai itu tidak akan jadi masalah, itu akan jadi baik. Yang harus dilakukan itu pada saat ini adalah bagaimana supaya dermaga ini selesai berarti harus dilakukan dari A sampai Z, jadi harus penyelesaian bukan perbaikan,” tuturnya.

Di tempat sama Wakil Ketua I DPC HNSI Kabupaten Sukabumi, Ujang Sulaeman, membenarkan penolakan anggaran 50 miliar rupiah tersebut. Penolakan dilakukan karena dirasa akan percuma.

“Pada saat kami diundang rapat oleh Dinas Perikanan kabupaten Sukabumi tempatnya di Bappeda (Bappelitbangda), waktu itu direncanakan ada kelanjutan pembangunan Dermaga Cisolok dengan nominal 50 miliar. Tetapi kami melihat bahwa 50 miliar ini akan menjadi dana yang sia-sia manakala memang pembangunan dermaga ini tidak diredesain,” jelasnya.

Menurutnya, kegagalan konstruksi bangunan dermaga tersebut yang menjadi alasan pihaknya menolak anggaran yang direncanakan dan meminta redesain. Menurutnya, kegagalan itu terlihat dari perubahan tempat tersebut menjadi padang pasir.

“Kami berpikir sepintas menurut analisa cukup matang bahwa tidak mempertimbangkan peralihan gelombang dan mekanisme arus air laut. Sehingga kalau itu diterapkan 50 miliar maka akan menjadi dana yang sia-sia,” terangnya

“Kita HNSI tetap mendorong dan menyuarakan supaya dermaga ini cepat-cepat diselesaikan dengan konsep redesain konstruksi. Tempo lalu memang anggaran dari 50 miliar ini bertambah ada sekitar 150 miliar angkanya karena redesain ini. Kemungkinan besar karena kita juga pada saat itu lagi gencar-gencarnya mengusulkan. Ada kebijakan pemerintah pusat berupa moratorium terkait pembangunan pelabuhan waktu itu,” pungkasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button