Sukabuminow.com || Di tengah meningkatnya penggunaan gawai yang dinilai mulai mengubah pola interaksi generasi muda, Gerakan Pramuka dinilai tetap memiliki peran strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta kemampuan sosial anak bangsa. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi Andreas saat menghadiri Training Center II kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi sebagai persiapan menuju Jambore Nasional 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Jumat (10/7/26), diikuti puluhan anggota Pramuka terpilih yang akan mewakili Kabupaten Sukabumi pada Jambore Nasional di Cibubur, Agustus mendatang.
Dalam arahannya, Andreas mengaku bangga karena masih banyak generasi muda yang memilih aktif berorganisasi melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting di tengah derasnya perkembangan teknologi digital yang telah memengaruhi pola hidup masyarakat, terutama kalangan remaja.
Ia menilai, penggunaan gadget memang memberikan banyak kemudahan. Namun, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas sosial dan pendidikan karakter, perubahan perilaku generasi muda dikhawatirkan akan semakin sulit dikendalikan.
“Penggunaan gadget hari ini banyak mengubah pola perilaku dan hidup. Namun di Pramuka, adik-adik dibentuk untuk berinteraksi, bukan hanya dengan gadget,” ujar Andreas.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan bertahan hidup atau kegiatan di alam terbuka. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, hingga ketangkasan juga dibentuk secara berkelanjutan melalui setiap kegiatan yang diikuti para anggota.
“Pramuka melatih kedisiplinan dan ketangkasan,” katanya.
Karena itu, para peserta diminta untuk mengenali organisasi yang diikutinya secara lebih mendalam. Semangat kepramukaan diyakini akan tumbuh apabila organisasi dipahami dan dijalani dengan penuh kesungguhan.
“Ikuti dan kenali lebih dalam Pramuka. Semakin mengenal, maka akan semakin menjiwai dan mencintainya,” ungkap Andreas.
Selain pembinaan karakter, perhatian juga diberikan terhadap kesiapan fisik peserta. Para anggota Pramuka yang akan diberangkatkan menuju Jambore Nasional diminta menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Nama baik Kabupaten Sukabumi juga diharapkan dapat dibawa dan diperkenalkan di tingkat nasional.
“Jaga kesehatan selama mengikuti kegiatan. Selain itu, gaungkan nama baik Kabupaten Sukabumi di kancah nasional,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa sebanyak 64 anggota Pramuka telah dipilih menjadi kontingen Kabupaten Sukabumi setelah melalui proses seleksi.
Kontingen tersebut akan bergabung bersama ribuan anggota Pramuka dari berbagai provinsi di Indonesia dalam Jambore Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Cibubur pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan dibuka oleh Presiden Prabowo.
“Mereka yang berangkat merupakan hasil seleksi. Mereka nanti akan berkumpul dengan seluruh anggota Pramuka se-Indonesia. Rencananya akan dibuka juga oleh Presiden Prabowo,” jelasnya.
Ia berharap kesempatan mengikuti Jambore Nasional dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar sekaligus memperluas jejaring persaudaraan antardaerah. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibawa pulang untuk memperkuat pembinaan kepramukaan di Kabupaten Sukabumi.
“Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan perkemahan berskala nasional. Tapi sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai kebangsaan, gotong royong, disiplin, serta kepedulian sosial,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi itu.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
