Reporter : Edo
Sukabuminow.com || Sekelompok warga menggeruduk kandang peternakan sapi di Kampung Marinjung Girang RT 01/08, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (19/2/21).
Salah seorang warga, Panpan (29 th) mengatakan, ia bersama warga lainnya mendatangi tempat tersebut untuk memprotes pengelola peternakan itu. Sebab kehadiran tempat itu diduga telah mencemari lingkungan.
“Diduga ada pencemaran lingkungan sejak kehadiran peternakan sapi ini. Kami juga mempertanyakan perizinannya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, anaknya mengalami bintik-bintik diduga akibat limbah kotoran sapi yang mengalir ke saluran air yang biasa warga gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan lainnya.
“Soal perizinan dari pembuatan sampai sekarang tidak ada surat izin lingkungan warga setempat. Kami mengkhawatirkan dampaknya seperti ini. Sekarang anak saya terkena bintik-bintik di paha dan badan,” sambungnya.
Ia berharap, pengelola peternakan segera membenahi pembuangan limbah kotoran sapi tersebut. Sehingga tidak terjadi dampak yang lebih besar.
“Harus segera dibenahi pembuangan limbah kotorannya. Jangan sampai air mengalir ke sungai air yang kami pakai, sudah tiga bulan ini dibangun,” tandasnya.
Sementara itu, salah seorang anggota Kelompok Tani Ciraden Girang yang mengelola peternakan sapi tersebut, Robi Farid, mengatakan, peternakan tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian RI. Poktan Ciraden mendapatkan bantuan Rp 200 juta dan belikan 8 ekor sapi.
“Teknisnya kalau sudah besar dipotong dan dibelikan lagi ke yang yang kecil. Semoga jadi tambah banyak, sisanya kita ternak supaya berkembang biak,” jelasnya.
Terkait protes warga perihal dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran sapi, Robi mengaku telah melakukan antisipasi sejak peternakan itu dibangun 3 bulan lalu.
“Salah satu tujuan peternakan ini adalah mengolah pupuk organik. Sehingga semaksimal mungkin kami mengantisipasi pencemaran lingkungan, baik itu kotoran cair maupun padatnya. Untuk sementara warga belum ada laporan warga dekat dengan kandang ini,” katanya.
Dirinya juga meminta adanya pembuktian dari warga terkait dugaan pencemaran yang dimaksud. Sebab, katanya, dirinya juga menggunakan air sungai yang sama, dan tidak merasakan dampak apapun.
“Boleh-boleh saja ada keluhan seperti itu, tapi perlu dibuktikan secara faktanya. Saya juga menggunakan air yang warga gunakan juga. Sementara tidak ada masalah yang ada di kandang sini. Rincinya kita buktikan dengan tes kadar air dan sebagainya oleh ahli limbah,” tegasnya.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com
