Sukabuminow.com || Data terbaru terkait kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan dampak yang cukup besar. Sebanyak 51 rumah, termasuk Imah Gede, dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang melanda kawasan adat tersebut.
Bencana itu turut berdampak terhadap 52 kepala keluarga (KK) atau 163 jiwa. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas sosial dan sarana penunjang kehidupan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya juga ikut terdampak.
Berdasarkan pembaruan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, rumah yang terbakar tersebar di dua wilayah rukun tetangga (RT). Sebanyak 27 rumah berada di RT 07, sedangkan 25 rumah lainnya berada di RT 05.
Data tersebut menjadi dasar penanganan lanjutan terhadap warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan upaya pemulihan kawasan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi lintas pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi selama masa tanggap darurat.
Menurut Eki, penetapan status tanggap darurat membuka ruang yang lebih luas bagi dukungan penanganan bencana dari berbagai tingkatan pemerintahan dan pihak terkait.
“Dengan status tanggap darurat ini, bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun organisasi nonpemerintah dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak,” ujar Eki.
Status tanggap darurat kebakaran Kasepuhan Ciptamulya ditetapkan mulai 25 hingga 31 Juli 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/Kep.633-BPBD/2026 yang ditandatangani Bupati Sukabumi Asep Japar pada 25 Juli 2026.
Dalam penanganan awal, Pemkab Sukabumi telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Bantuan tersebut meliputi sembako, perlengkapan tidur, peralatan memasak, mobil tangki air, hingga dukungan dapur umum.
Eki menjelaskan, penanganan korban tidak hanya berfokus pada bantuan logistik. Pemerintah juga telah membagi peran dengan pemerintah provinsi dalam tahapan pemulihan pascakebakaran.
“Dalam rapat koordinasi, kami sudah berbagi peran. Termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan membangun kembali rumah-rumah yang terbakar,” katanya.
Sementara itu, warga terdampak saat ini sebagian besar mengungsi secara mandiri di rumah kerabat atau keluarga yang masih berada di sekitar kawasan Kasepuhan Ciptamulya.
Meski demikian, BPBD tetap menyiapkan tenda pengungsian sebagai langkah antisipasi apabila diperlukan. Skema tersebut disiapkan untuk memastikan warga memiliki tempat perlindungan yang memadai selama masa tanggap darurat berlangsung.
Di sisi lain, dampak kebakaran tidak hanya terlihat dari jumlah rumah yang hangus. Sejumlah fasilitas sosial dan fasilitas umum juga ikut terbakar.
BPBD mencatat sedikitnya tiga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), satu masjid, dua lisung, dan enam warung turut terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada 49 leuit yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya. Leuit memiliki fungsi strategis sebagai tempat penyimpanan hasil panen, terutama padi, sehingga kebakaran terhadap fasilitas tersebut berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Di tempat sama, Ketua Panitia Logistik Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Edik Supriatna, menyampaikan bahwa kehilangan leuit menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan.
Menurutnya, kapasitas penyimpanan setiap leuit berbeda-beda. Untuk leuit berukuran kecil, rata-rata dapat menampung sekitar 800 ikat padi, sedangkan leuit berukuran besar dapat menyimpan hingga sekitar 1.500 ikat.
“Leuit yang terbakar bukan hanya bangunan, tetapi juga berkaitan dengan persediaan pangan masyarakat. Karena itu, kebutuhan warga tidak berhenti pada bantuan untuk tempat tinggal, tetapi juga menyangkut pemulihan kehidupan mereka setelah kebakaran,” kata Edik.
Dengan jumlah terdampak mencapai 163 jiwa, penanganan kebakaran Kasepuhan Ciptamulya membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan pihak lain yang memiliki kapasitas membantu.
BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas selama status tanggap darurat berlangsung. Pada saat yang sama, rencana pembangunan kembali rumah warga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan kawasan yang terdampak.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
