AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Petani Muda Sukabumi Buktikan Pertanian Menjanjikan, Produksi Bibit Cabai Setengah Juta

Sukabuminow.com || Kebangkitan petani milenial mulai terlihat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di wilayah selatan Sukabumi, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Waluran Green Farmer (WGF) berhasil membangun ekosistem pertanian hortikultura dengan kapasitas produksi bibit cabai mencapai 500 ribu pohon dalam satu siklus semai.

Perkembangan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, yang melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembibitan cabai milik kelompok WGF di Kampung Cikaret RT 02/05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, belum lama ini.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong regenerasi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian berbasis generasi muda.

Aep meninjau langsung aktivitas pembibitan cabai yang dikelola oleh para petani milenial. Ia mengapresiasi semangat generasi muda yang memilih menekuni sektor pertanian sebagai bidang usaha sekaligus profesi masa depan.

Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan besar sektor pertanian nasional, sehingga kehadiran petani milenial menjadi harapan baru bagi keberlanjutan produksi pangan.

“Kami melihat langsung bagaimana petani milenial mengembangkan pembibitan cabai di Waluran. Ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap memiliki masa depan cerah apabila dikelola oleh generasi muda,” ujar Aep, Kamis (12/3/26).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada kelompok petani milenial agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru di sektor pertanian.

Selain mendorong peningkatan produksi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi petani.

Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pembentukan koperasi petani, yang diharapkan mampu memperkuat sistem usaha pertanian dari hulu hingga hilir.

Koperasi tersebut nantinya dapat berfungsi sebagai wadah pengelolaan:

  • permodalan usaha tani
  • distribusi sarana produksi
  • pemasaran hasil pertanian
  • penguatan jaringan bisnis petani

“Kami berharap ke depan Waluran Green Farmer dapat membentuk koperasi agar pengelolaan usaha pertanian, termasuk permodalan dan pemasaran, semakin kuat dan berkelanjutan,” tambah Aep.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waluran, Eko Dwi Harianto, menjelaskan bahwa kelompok Waluran Green Farmer merupakan binaan BPP Waluran di bawah Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Kelompok petani milenial ini memiliki fasilitas pembibitan yang cukup memadai, dengan tiga rumah bibit berukuran 10 x 12 meter, 12 x 12 meter, dan 8 x 6 meter.

Dengan fasilitas tersebut, dalam satu siklus produksi mereka mampu menghasilkan sekitar 500 ribu bibit cabai siap tanam.

“Kami mendampingi Pak Kadis untuk meninjau langsung aktivitas pembibitan cabai yang dilakukan kelompok WGF. Kapasitas produksinya cukup besar dan memiliki potensi untuk mendukung pengembangan hortikultura di wilayah selatan Sukabumi,” jelas Eko.

Selain meninjau aktivitas petani milenial, kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga diisi dengan diskusi bersama para pengusaha penggilingan padi di Wilayah VI Jampangkulon.

Diskusi tersebut membahas strategi pemenuhan kebutuhan beras daerah, termasuk dukungan terhadap program Dapur MBG di Kabupaten Sukabumi.

Pemerintah daerah mendorong agar kebutuhan beras untuk berbagai program dapat dipenuhi dari produksi lokal, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.

Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan sejumlah sarana penunjang, seperti gudang penyimpanan gabah, fasilitas pengolahan beras modern, hingga peningkatan kualitas produksi padi.

Saat ini, Waluran Green Farmer memiliki lebih dari 40 petani muda aktif dan turut membina sekitar 375 petani lainnya di wilayah VI Jampangkulon.

Kelompok ini fokus pada budidaya cabai rawit serta produksi bibit cabai siap tanam, yang menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan di wilayah selatan Sukabumi.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta semangat generasi muda, pertanian di Kabupaten Sukabumi kini mulai memasuki babak baru, menjadi sektor yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga membanggakan bagi generasi masa depan.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page