Kabupaten SukabumiSosial

Permasalahan Sampah di Palabuhanratu Dinilai Mengkhawatirkan, Ini Kata Warga

Sukabuminow.com || Volume sampah di tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) simpang tiga Kampung Pangsor Lio, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin berkurang. Itu terjadi setelah tempat tersebut dipasngi baliho dilarang buang sampah di tempat tersebut.

Sebelumnya, volume sampah di TPSS tersebut cukup banyak. Bahkan sampah memakan bahu jalan, bahkan menyebabkan jalanan sempit dan bau menyengat cukup mengganggu.

“Baliho dan spanduk larangan buang sampah dipasang atas inisiasi warga Pangsor Lio yang merasa terganggu dengan banyaknya volume sampah di TPSS tersebut. Sampah melebihi kapasitas TPSS yang ada. Dan itu bukan buangan dari warga sekitar,” tutur Rezal Septiansyah, warga Palabuhanratu, Kamis (16/5/24).

Ia mengatakan, pemasangan baliho dan spanduk tersebut cukup efektif. Mengingat volume sampah berkurang drastis. Sebaran sampah di lokasi tersebut bisa mencapai 100 meter dari TPSS yang tersedia. Namun kini hanya berkisar di angka 20 meter hingga 25 meter saja.

“Setelah ada spanduk itu dipasang warga, kondisi sampah sedikit kondusif. Dari tatacara pembuangan sampah yang dilakukan warga dari wilayah lain juga,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, di area sekitar TPSS tersebut terdapat dua baliho yang di pasang bertuliskan ‘Dilarang Keras Membuang Sampah Disini !! Kecuali Monyet’. Sementara baliho lain bertulisakan ‘Warga Kampung Pangsor Lio RT 01 RW 25 Menolak Pembuangan Sampah di Kampung Kami, Jika tidak di Tindak Lanjuti Akan Kami Bongkar’.

“Saya jelaskan, bahwa sampah itu udaranya sangat merusak pernapasan. Apalagi di sekitar situ ada warga yang memiliki bayi. Di lingkungan jalan juga membahayakan rawan kecelakaan. Saya harap selain di sini ada tempat pembuangan sampah lagi di ke-RW-an lain,” imbuhnya.

Warga lainnya, Iman menambahkan, warga mengharapkan ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi perangkat daerah terkait untuk melalui penanganan permasalahan tersebut.

“Untuk harapan kami, tolong buat Bapak Bupati atau pemerintah segera memperbanyak TPSS, kalau bisa di setiap RW. Karena kan populasi masyarakat semakin ke sini semakan banyak. Masa tempat sampah cuman itu-itu doang sih?,” ujarnya.

“Bisa terlihat kondisi sekarang berbeda pas kemarin-kemarin. Tapi tetap masih belum efektif untuk tingkat sebaran sampahnya di area TPSS ini, masih meluber,” ucapnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button